200 Orang Hilang Akibat Gletser Himalaya Tabrak Bendungan di India

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 02:24 WIB
Villagers row country boats through floodwaters in Morigaon district of Assam, India, Friday, June 26, 2020. Following incessant rainfall, the Brahmaputra river and its tributaries continued to rise flooding several districts in the state. (AP Photo/Anupam Nath)
Ilustrasi (Foto: AP/Anupam Nath)
Jakarta -

Sebanyak 200 orang hilang di India utara setelah gletser Himalaya jatuh ke sungai sehingga menyebabkan semburan yang mengoyak dua pembangkit listrik. Kejadian itu terjadi pada Minggu pagi waktu setempat (7/2)

Dilansir AFP, Senin (8/1/2021), Kepala polisi negara bagian Uttarakhand mengatakan tiga mayat telah ditemukan. Selain itu, operasi untuk menyelamatkan sekitar 20 orang yang terperangkap di sebuah terowongan telah dimulai.

Gelombang besar air menyapu lembah sungai Dhauliganga dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Hal itu terlihat dalam video yang diambil oleh penduduk yang ketakutan.

"Ada awan debu saat air mengalir. Tanah berguncang seperti gempa bumi," kata penduduk lokal, Om Agarwal kepada TV India.

Kepala polisi Ashok Kumar mengatakan sebagian besar yang hilang adalah pekerja di dua pembangkit listrik yang dilanda banjir akibat sebagian besar gletser yang tergelincir dari lereng gunung lebih jauh ke hulu.

"Ada 50 pekerja di pabrik Rishi Ganga dan kami tidak memiliki informasi tentang mereka. Sekitar 150 pekerja berada di Tapovan," katanya.

"Sekitar 20 orang terjebak di dalam terowongan. Kami mencoba menjangkau para pekerja yang terperangkap," imbuhnya.

Penyelamat paramiliter harus menuruni lereng bukit dengan tali untuk mencapai pintu masuk karena jalan utama tersapu, sementara terowongan dipenuhi lumpur dan batu. Ratusan pasukan dan paramiliter bersama dengan helikopter militer dan pesawat lainnya telah dikirim ke wilayah tersebut.

Uttarakhand di Himalaya dikenal rawan terjadi banjir bandang dan tanah longsor. Pada bulan Juni 2013, curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dahsyat sehingga merenggut hampir 6.000 nyawa.

Bencana itu dijuluki sebagai "Tsunami Himalaya" oleh media karena air yang mengalir di daerah pegunungan, menyebabkan lumpur dan bebatuan runtuh, mengubur rumah, menyapu bangunan, jalan dan jembatan.

Tonton video 'Detik-detik Semburan Gletser Himalaya Hantam Permukiman di India':

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/ibh)