Mahasiswa Tewas Ditembak, Warga Arab Israel Gelar Aksi Demo

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 14:43 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
ilustrasi (Foto: AFP)
Jakarta - Ratusan warga Arab Israel berdemonstrasi di Israel utara setelah seorang mahasiswa tewas dalam baku tembak polisi pekan ini.

Para pengunjuk rasa yang mengabaikan larangan pembatasan terkait virus Corona tersebut, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor polisi di kota Umm al-Fahm pada Jumat (5/2) waktu setempat.

Para demonstran meneriakkan, "Polisi keluar!" dan menuntut tindakan politik melawan kekerasan dan kriminalitas di wilayah-wilayah mayoritas Arab di Israel.

Menurut laporan media, seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (6/2/2021), Ahmad Hijazi, seorang mahasiswa Arab Israel, dibunuh oleh polisi dalam baku tembak dengan tersangka penjahat pada Senin (1/2) di Tamra, sekitar 30 kilometer utara Haifa.

Ribuan orang menghadiri pemakamannya pada Selasa (2/2) lalu, kata media Israel.

Anggota parlemen Arab Israel, Yousef Jabareen menuliskan di Twitter bahwa pengunjuk rasa telah meminta polisi dan pemerintah untuk "berhenti berbicara dan mulai mengambil tindakan" terhadap kekerasan dan kriminalitas.

"Hari-hari berlalu dan para korban menumpuk. Pihak berwenang telah menyerahkan kami pada nasib kami, membiarkan kami tenggelam dalam darah anak-anak kami dan di lautan senjata ilegal," tulis Jabareen di Twitter.

Orang-orang Arab Israel - orang-orang Palestina yang tinggal di tanah mereka setelah pembentukan negara Yahudi pada tahun 1948 dan keturunan mereka - merupakan sekitar 20 persen dari sekitar sembilan juta warga Israel.

Secara hukum, hak mereka sama dengan hak warga negara Yahudi. Tetapi mereka mengatakan bahwa dalam praktiknya mereka mengalami diskriminasi dalam pekerjaan, perumahan, kepolisian, dan hal-hal penting lainnya.

Sejumlah LSM telah lama menuduh polisi Israel menutup mata terhadap kekerasan senjata di antara orang-orang Arab Israel.

Tonton juga Video: Biden Akhiri Dukungan AS Untuk Serangan Militer Saudi di Yaman

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)