Meksiko Setujui Penggunaan Vaksin Corona Buatan Rusia

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 11:08 WIB
A medical worker moves a box of Russias Sputnik V coronavirus vaccine out from a refrigerator prior to administering a vaccination in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Ilustrasi vaksin (Foto: AP/Pavel Golovkin)
Mexico City -

Otoritas Meksiko telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Sputnik V Rusia di wilayahnya. Rusia baru saja mengumumkan bahwa vaksin Sputnik V memiliki kemanjuran 91,6 persen melawan virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Rabu (3/2/2021), disetujuinya vaksin Sputnik V itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Hugo Lopez-Gatell. Langkah tersebut merupakan dorongan bagi upaya negara Amerika Latin itu untuk menjaga program vaksinasi tetap berjalan ketika terbatasnya pasokan dari produsen vaksin lain.

"Badan pengawas obat Cofepris baru saja memberikan izin untuk penggunaan darurat vaksin Sputnik V," kata Lopez-Gatell pada konferensi pers.

Dalam jurnal medis The Lancet, dari 20.000 peserta uji coba Tahap 3, dua dosis vaksinasi menawarkan lebih dari 90 persen kemanjuran untuk melawan gejala COVID-19.

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, dalam perbincangan teleponnya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut Rusia telah setuju untuk memberikan 24 juta dosis vaksin Sputnik V.

Meksiko mencatat lebih dari 1,8 juta kasus virus Corona dengan hampir 160.000 kematian - jumlah kematian tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.

Negara itu memulai vaksinasi massal pada 24 Desember namun sejauh ini hanya menggunakan vaksin Pfizer dan BioNTech.

Mereka juga telah menyetujui penggunaan vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford, dan sepakat untuk memproduksi vaksin bekerjasama dengan Argentina.

Sputnik V terdaftar di lebih dari belasan negara lain termasuk bekas republik Soviet serta sekutunya seperti Venezuela dan Iran, serta Korea Selatan, Argentina, Aljazair, Tunisia, dan Pakistan.

(izt/nvc)