Lika-liku Perjalanan Myanmar Kembali ke Cengkeraman Militer

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 12:25 WIB
Krisis Rohingya: Seberapa berkuasa sebenarnya Aung San Suu Kyi?
Momen saat Aung San Suu Kyi berjabat tangan dengan pejabat militer Myanmar (dok. BBC World)
Naypyitaw -

Militer Myanmar menahan pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi dan melakukan kudeta pada awal pekan ini. Aksi ini dilakukan militer Myanmar satu dekade setelah melepaskan cengkeraman atas pemerintahan negara itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (1/2/2021), militer menguasai Myanmar selama lima dekade sebelum pemerintahan sipil yang dipimpin Suu Kyi menguasai negara itu. Partai Liga Demokrasi Nasional (NLD) yang dipimpin Suu Kyi menang pemilu bersejarah tahun 2015 dan dia menjabat pemimpin de-facto Myanmar.

Berikut adalah timeline perjalanan Myanmar dari negara yang dikuasai kediktatoran militer hingga menjadi negara demokratis meski berumur pendek:

Tahun 2010

Pemerintah junta militer yang menguasai Myanmar pada tahun ini, menggelar pemilu pada awal November. Partai Serikat Solidaritas dan Pembangunan (USDP yang didukung militer mengklaim menang. NLD dan partai politik lainnya menolak untuk ambil bagian.

Para pemantau saat itu menganggap proses pemilu di Myanmar tidak bebas dan tidak adil.

Kurang dari sepekan usai pemilu tahun ini, Suu Kyi dibebaskan setelah menjadi tahanan rumah selama 16 tahun dari 20 tahun terakhir.

Tahun 2011

Dalam langkah mengejutkan, pemerintah junta militer menyerahkan kekuasaan pada pemerintahan semi-sipil di bawah mantan jenderal Thein Sein, yang mengupayakan reformasi di Myanmar.

Banyak hak-hak mendasar dipulihkan, termasuk pencabutan larangan berkumpul dan berekspresi.

Tahun 2012

NLD memenangkan 43 kursi, dari total 45 kursi parlemen, dalam pemilu sela pada April 2012. Suu Kyi pun terpilih menjadi anggota parlemen Myanmar.

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa mulai mencabut sanksi-sanksi untuk Myanmar. Bisnis negara Barat beramai-ramai masuk ke negara ini.

Kekerasan sektarian pecah di negara bagian Rakhine, terutama menargetkan kelompok etnis minoritas Muslim, Rohingya.

Pada November 2012, Barack Obama menjadi Presiden AS pertama yang melakukan kunjungan ke Myanmar.

Tahun 2015

NLD menang telak dalam pemilu bersejarah tahun 2015. Panglima Angkatan Darat Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, menyelamati Suu Kyi dan partainya.

Tahun 2016

NLD mengambil alih kekuasaan dan Suu Kyi memegang jabatan sebagai Penasihat Negara (State Counsellor) -- jabatan yang diciptakan untuknya sebagai jalan keluar dari konstitusi yang melarangnya menjadi Presiden Myanmar. Secara de-facto, Suu Kyi merupakan pemimpin Myanmar.