AS Buka Lagi Kantor Organisasi Pembebasan Palestina yang Ditutup Trump

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 11:46 WIB
Palestinian flag and sky. Photo taken in the West Bank.
Bendera Palestina (Foto: Getty Images/iStockphoto/Joel Carillet)
Palestina -

Pemimpin Palestina menyambut baik niat pemerintahan baru Amerika Serikat untuk membuka kembali kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, AS. Pembukaan tersebut dilakukan setelah di masa kepresidenan Donald Trump kantor PLO tersebut ditutup.

"Kami menyambut baik isi pidato perwakilan pemerintah AS di Dewan Keamanan (PBB) kemarin," kata pejabat senior partai Fatah, Jibril Rajoub, seperti dilansir dari AFP, Kamis (28/1/2021).

"Pembukaan konsulat Yerusalem timur, pembukaan kembali kantor PLO di Washington, dan komitmen pemerintah AS yang baru untuk solusi dua negara merupakan indikator positif," katanya.

Sebelumnya pada hari Selasa (26/1) waktu setempat, utusan sementara Washington untuk PBB, Richard Mills mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden yang baru dilantik bermaksud untuk "memulihkan keterlibatan AS dengan Palestina-Israel."

"Biden bermaksud memulihkan program bantuan AS yang mendukung pembangunan ekonomi dan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina serta mengambil langkah untuk membuka kembali misi diplomatik yang ditutup oleh pemerintahan AS sebelumnya," tambah Mills.

Di bawah pemerintahan Trump, AS menghentikan dukungan untuk badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina, UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) dan menutup kantor penghubung Palestina di Washington.

Pada saat yang sama, pemerintahan Biden juga meningkatkan dukungannya terhadap Israel, dengan tetap mengakui Yerusalem sebagai ibu kotanya dan menyatakan pemukiman tidak boleh dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional.

"Kami berharap bahwa pemerintahan baru akan menaikkan 'kartu merah' untuk langkah perluasan sepihak Israel yang melemahkan kemungkinan munculnya negara berdaulat merdeka Palestina," kata Rajoub.

Pada Rabu (27/1) waktu setempat, Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, Hossam Zaki, mengumumkan bahwa para menteri luar negeri negara-negara anggota Liga Arab akan bertemu di Kairo, Mesir pada 8 Februari mendatang untuk membahas masalah Palestina.

(izt/ita)