Lockdown Bikin Warga Marah, Lebanon Rusuh

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 16:16 WIB
Puluhan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Lebanon. Massa protes ke pemerintah soal lockdown yang diberlakukan 24 jam untuk mengendalikan virus Corona (Covid-19).
bentrokan terjadi di Lebanon (Foto: 20detik)
Jakarta -

Bentrokan terjadi di Lebanon utara antara pasukan keamanan dan demonstran yang marah karena lockdown (penguncian) terkait virus Corona. Palang Merah Lebanon mengatakan bahwa sedikitnya 45 orang luka-luka dalam bentrokan pada Selasa (26/1) malam waktu setempat.

Sedikitnya sembilan orang dari para korban luka saat ini dirawat di rumah sakit setelah bentrok di Tripoli, kota utama di Lebanon utara, kata Palang Merah seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (27/1/2021).

Sebelumnya, setidaknya 30 orang terluka dalam bentrokan serupa di Tripoli pada Senin (25/1) malam waktu setempat karena warga frustrasi dengan pembatasan ketat virus Corona.

Tripoli sudah menjadi salah satu daerah termiskin di Lebanon, bahkan sebelum pandemi Corona menimbulkan kesengsaraan baru hingga krisis ekonomi kronis.

Banyak dari penduduknya telah kehilangan pendapatan sejak Lebanon memberlakukan lockdown penuh awal bulan ini, dalam upaya untuk membendung lonjakan kasus COVID-19 dan mencegah rumah sakitnya kewalahan.

Pekan lalu, otoritas Lebanon lockdown selama dua minggu, sehingga membuat marah para pekerja harian dan kelompok rentan lainnya.

Aturan jam malam seharian penuh diberlakukan di seluruh negeri dan belanja bahan makanan dibatasi untuk pengiriman ke rumah, yang seringkali tidak tersedia di daerah-daerah miskin.

Lebanon sejauh ini telah mencatat lebih dari 285.000 kasus infeksi virus Corona dan lebih dari 2.470 kematian sejak pandemi dimulai.

Wabah tersebut telah memperparah krisis ekonomi yang telah menyebabkan lebih dari setengah populasi jatuh di bawah garis kemiskinan, dengan seperempatnya hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Otoritas Lebanon mengatakan mereka telah mulai mencairkan pembayaran bulanan sebesar 400.000 pound Lebanon kepada sekitar 230.000 keluarga.

(ita/ita)