Panglima Militer Israel Perintahkan Susun Rencana untuk Lawan Nuklir Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 10:26 WIB
Israeli security forces hold position as Palestinians protest near the Jewish settlement of Kiryat Arba on February 26, 2016 (AFP Photo/Hazem Bader)
pasukan militer Israel (Foto: AFP Photo/Hazem Bader)
Jakarta -

Panglima militer Israel telah memerintahkan agar rencana disusun untuk melawan kemampuan nuklir Iran, jika nantinya ada keputusan politik untuk menargetkan negara republik Islam itu.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (27/1/2021), Kepala Staf Jenderal Aviv Kochavi mengatakan dia telah menginstruksikan militer "untuk mempersiapkan beberapa rencana operasional selain yang sudah ada ... sepanjang tahun mendatang".

"Kekuatan untuk memulai itu terletak pada eselon politik," katanya, mengacu pada pemerintah Israel.

"Namun, opsi ofensif perlu disiapkan, harus siap dan disusun," imbuhnya.

Iran, musuh bebuyutan Israel, pada 2015 menyetujui kesepakatan program nuklirnya dengan Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat.

Kesepakatan itu menawarkan keringanan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan ambisi nuklir Teheran dan jaminan tidak akan mengupayakan bom atom. Iran bersikukuh bahwa pihaknya hanya mengejar program energi nuklir sipil.

Israel selalu menentang kesepakatan itu dan pada 2018, mantan presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik Washington keluar dari kesepakatan itu, dan menerapkan kembali sanksi-sanksi yang melumpuhkan dalam kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran.

Sebagai tanggapan, Iran pun mundur dari komitmen nuklir utama, membiarkan kesepakatan itu menggantung, bahkan ketika pemerintahan baru Presiden AS Joe Biden telah mengisyaratkan ingin menyelamatkan perjanjian itu.

Otoritas Israel secara terbuka mengkhawatirkan kemungkinan ini.

"Setiap kesepakatan yang menyerupai perjanjian 2015 adalah hal yang buruk, baik secara strategis maupun operasional," kata Kochavi, berbicara dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Institute of National Security Studies.

Tonton juga video 'Hendak Tikam Tentara Israel, Warga Palestina Ditembak Mati':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2