Round-Up

Kremlin Tuding Paman Sam Campur Tangan Aksi Demo Anti-Putin

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 22:31 WIB
Police officers detain a man dressed in a horned, fur hat, and holding Russian flag during a protest against the jailing of opposition leader Alexei Navalny in Moscow, Russia, Saturday, Jan. 23, 2021. Russian police on Saturday arrested hundreds of protesters who took to the streets in temperatures as low as minus-50 C (minus-58 F) to demand the release of Alexei Navalny, the countrys top opposition figure. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Foto: Para pendukung Alexei Navalny ditangkap (AP/Pavel Golovkin)
Moskow -

Ribuan pendukung tokoh oposisi pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin, Alexei Navalny ditangkap. Kremlin menuding Amerika serikat mencampuri urusan dalam negeri Rusia terkait hal ini.

Dilansir AFP, Senin (25/1/2021) polisi bentrok dengan pengunjuk rasa di Moskow, ketika puluhan ribu demonstran turun ke jalan-jalan di Rusia pada hari Sabtu (23/1), menyusul seruan Navalny untuk memprotes pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Pengkritik Putin itu ditahan di bandara Moskow pada saat kedatangan seminggu yang lalu dari Jerman, usai sembuh dari keracunan yang hampir mematikan akibat agen saraf.

OVD Info, yang memantau aksi unjuk rasa oposisi, mengatakan pada Minggu (24/1) waktu setempat, bahwa polisi menangkap sedikitnya 3.324 demonstran di puluhan kota. 1.320 orang ditahan di Moskow dan 490 orang ditangkap di kota terbesar kedua Rusia, Saint Petersburg.

Angka itu adalah jumlah penahanan terbesar pada demonstrasi oposisi dalam sejarah Rusia modern.

Sejumlah pengunjuk rasa terluka pada demonstrasi di ibu kota dan Saint Petersburg.

Jaksa di St Petersburg mengatakan dalam sebuah pernyataan Sabtu (23/1) malam, bahwa mereka menyelidiki pelanggaran termasuk "sebagai bagian dari penegakan hukum" dan penggunaan kekerasan terhadap seorang wanita tak dikenal.

Selanjutnya
Halaman
1 2