Cegah Penyebaran Varian Baru Corona, Israel Larang Penerbangan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 14:13 WIB
FILE PHOTO: An Israeli flag is seen on the first of Israels El Al Airlines order of 16 Boeing 787 Dreamliner jets, as it lands at Ben Gurion International Airport, near Tel Aviv, Israel August 23, 2017. REUTERS/Amir Cohen/File Photo
Ilustrasi Pesawat Israel (Foto: REUTERS/Amir Cohen/File Photo)
Yerusalem -

Israel mengumumkan larangan penerbangan dari dan ke negaranya selama satu minggu ke depan. Hal itu diumumkan Israel pada Minggu (24/1) waktu setempat sebagai upaya untuk memperlambat penyebaran varian baru virus Corona.

Dilansir dari AFP, Senin (25/1/2021), kantor Perdana Menteri Israel menyebut larangan akan mulai berlaku Senin (25/1) tengah malam waktu setempat dan akan terus berlaku hingga 31 Januari mendatang.

Pengecualian akan dibuat untuk kargo dan penerbangan pemadam kebakaran, serta perjalanan untuk perawatan medis, pemakaman, dan prosedur hukum.

Sebuah panel pejabat Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri akan dapat mengeluarkan pengecualian atas permintaan "untuk kebutuhan kemanusiaan atau pribadi," kata pernyataan itu.

Larangan penerbangan diberlakukan terkait lockdown nasional ketiga di Israel, yang dimulai sejak akhir Desember 2020 dan diperpanjang hingga akhir bulan ini karena lonjakan kematian akibat COVID-19.

Sebelumnya pada Minggu (24/1), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengumumkan niat pemerintahnya untuk menutup bandara, karena jumlah infeksi Corona yang meningkat.

"Kita menutup penerbangan, kecuali untuk pengecualian yang jarang terjadi, untuk mencegah masuknya mutasi virus dan untuk memastikan bahwa kita membuat kemajuan cepat dengan kampanye vaksinasi kita," katanya menjelang rapat kabinet.

Menurut Kementerian Kesehatan Israel, sejak peluncuran vaksinasi Corona satu bulan lalu, lebih dari 2,5 juta orang dari sembilan juta penduduk Israel telah divaksinasi.

(izt/ita)