Selandia Baru Catat Kasus Corona Pertama dalam 2 Bulan Terakhir

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 12:08 WIB
Menyusul jumlah kasus COVID-19 yang terus menurun, Selandia Baru mencabut kebijakan wajib masker. Ada tapinya lho, penasaran?
Ilustrasi (dok. Getty Images/Hagen Hopkins)

Ditambahkan Hipkins bahwa wanita itu dinyatakan positif untuk varian baru Corona asal Afrika Selatan (Afsel). Dalam pernyataan terpisah, Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield, menyebut varian baru dari Afsel mungkin lebih menular tapi belum ada cukup penelitian soal itu.

Laporan Al Jazeera menyebut bahwa setelah keluar dari karantina, wanita itu dan suaminya menghabiskan waktu beberapa hari berkeliling di wilayah Northland saat wanita itu berpotensi menulari orang lain. Keduanya disebut mengunjungi sekitar 30 lokasi berbeda. Pelacakan kontak pun telah dilakukan dan Bloomfield menyatakan 15 orang yang diidentifikasi sebagai kontak dekat wanita itu, telah dihubungi.

Dua orang yang dekat dengan wanita itu, termasuk suaminya, telah dites dan hasilnya menunjukkan mereka negatif Corona. Bloomfield mengatakan bahwa mereka kemungkinan tak tertular karena jenis infeksinya berbeda.

"Dia tidak berbicara soal gejala gangguan pernapasan, itu lebih seperti nyeri otot, jadi mungkin dia tidak banyak menyebarkan virus," sebut Bloomfield. "Saya pikir itu tidak aneh untuk varian ini, seperti yang terjadi pada wanita ini," imbuhnya.

Selandia Baru dipuji sebagai salah satu negara maju paling sukses dalam mengendalikan penyebaran Corona. Terakhir kali, kasus penularan lokal di negara ini tercatat pada November 2020. Lockdown ketat dan isolasi geografis membantu negara ini memusnahkan Corona di wilayahnya.

Sejauh ini, Selandia Baru hanya mencatat total 1.927 kasus Corona, dengan 25 kematian, di wilayahnya.

Halaman

(nvc/ita)