Polisi Belanda Tangkap 240 Orang dalam Aksi Memprotes Lockdown

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 12:07 WIB
Aksi unjuk rasa atas kematian pria kulit hitam, George Floyd semakin memanas. Kerusuhan dan penjarahan terus dilakukan sejak kematian Fyord pada Senin (25/5/2020) lalu.
Ilustrasi Kerusuhan di Belanda (Foto: AP Photo)
Amsterdam -

Ratusan perusuh menjarah toko-toko, membakar dan terlibat bentrok dengan polisi di beberapa kota di Belanda pada Minggu (24/1) waktu setempat. Media lokal Belanda dan polisi melaporkan ada lebih dari 240 orang ditangkap terkait peristiwa itu.

Dilansir dari Reuters, Senin (25/1/2021), kerusuhan terjadi pada hari kedua pembatasan ketat COVID-19, termasuk aturan jam malam yang memicu demonstrasi.

Menurut saksi mata, polisi menggunakan meriam air, anjing, dan petugas berkuda untuk membubarkan aksi protes di pusat kota Amsterdam. Hampir 200 orang yang melakukan pelemparan batu dan kembang api ditahan di kota itu.

Lembaga penyiaran nasional NOS mengatakan polisi anti huru-hara telah dikerahkan di hampir 10 kota setelah jam malam diberlakukan.

"Kendaraan dibakar, polisi dilempari batu dan properti umum dihancurkan," lapor NOS.

Polisi militer mengatakan di Twitter pada Minggu malam (24/1) bahwa mereka dikerahkan untuk membantu polisi lokal di setidaknya dua kota di wilayah selatan.

Dalam video yang dimuat sebuah televisi lokal Belanda, sekelompok anak muda terlihat menjarah toko, melempar sepeda dan membakar di kota Eindhoven. Sedikitnya 55 orang ditangkap di Eindhoven.

Demonstrasi di Museum Square, yang melanggar larangan pertemuan publik, terjadi sehari setelah pemerintah memberlakukan jam malam untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua.

"Polisi membersihkan alun-alun setelah orang-orang mengabaikan instruksi untuk pergi dan menahan mereka yang menyerang polisi dengan batu dan kembang api di jalan-jalan terdekat," kata kantor walikota.

Video dari desa Urk, 80 km timur laut Amsterdam, menunjukkan para pemuda membobol fasilitas pengujian COVID-19 di dekat pelabuhan desa sebelum dibakar pada Sabtu (23/1) malam waktu setempat.

Sebelumnya, parlemen telah menyepakati aturan jam malam pada pekan lalu, di mana varian COVID-19 yang pertama kali diidentifikasi di Inggris akan menyebabkan lonjakan kasus baru. Infeksi baru di negara tersebut secara umum telah menurun selama sebulan, dan turun lagi pada hari Minggu (24/1), dengan 4.924 kasus baru.

Sejauh ini, total ada 13.540 kematian di Belanda akibat COVID-19 dan 944.000 orang yang terinfeksi virus Corona.

Sekolah dan toko non-esensial di Belanda telah ditutup sejak pertengahan Desember 2020, menyusul penutupan bar dan restoran dua bulan sebelumnya.

(izt/ita)