Jadi yang Pertama di Afrika, Mesir Mulai Vaksinasi Corona

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 08:04 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Foto: AP/Oded Balilty
Kairo -

Mesir resmi memulai program vaksinasi virus Corona (COVID-19). Mesir menjadi negara pertama di Afrika yang memulai vaksinasi.

Dilansir dari AFP, Senin (25/1/2021), Mesir menggunakan vaksin Sinopharm buatan China. Para dokter dan perawat di Mesir menjadi prioritas untuk menerima vaksinasi pertama.

Menteri Kesehatan Mesir, Hala Zayed, memastikan vaksin akan diterima seluruh tenaga kesehatan secara gratis.

"Semua petugas kesehatan akan menerimanya secara gratis, itu hak mereka," kata Zayed.

Setelah tenaga kesehatan, pasien yang menderita penyakit kronis dan orang tua akan didahulukan untuk divaksin.

Otoritas Mesir akan membangun lebih dari 35 pusat medis dalam beberapa minggu mendatang. Tempat tersebut akan dikhususkan untuk pelaksanaan vaksinasi Corona.

Zayed mengatakan pemerintah Mesir juga telah menandatangani kesepakatan untuk menerima pengiriman vaksin dari perusahaan Inggris, China dan Rusia, dengan total sekitar 100 juta dosis. Awal bulan ini, Mesir akan menerima 40 juta dosis yang sebagian besarnya merupakan vaksin AstraZeneca-Oxford.

"Saya meyakinkan rakyat Mesir bahwa mereka akan menerima vaksin, tapi saya tegaskan kembali bahwa vaksin bukanlah pengganti untuk tetap waspada dalam hal pencegahan kesehatan, termasuk memakai masker," kata Zayed.

Diketahui, terdapat lebih dari 160.000 kasus virus Corona di Mesir, dengan jumlah kematian sebanyak 9.000 kasus. Sebanyak 330 dokter di Mesir telah meninggal dunia karena virus Corona.

(isa/nvc)