AS Minta China Hentikan Tekanan Militer ke Taiwan!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 13:14 WIB
Di Hari-hari Terakhir Trump, AS Perkuat Hubungan dengan Taiwan
AS Tegaskan Dukungan ke Taiwan (Foto: DW News)
Beijing -

AS kembali menegaskan dukungan untuk Taiwan menyusul pengiriman pesawat tempur China dalam upaya untuk mengintimidasi pemerintah Taiwan dan menguji tekad Amerika. Departemen Luar Negeri AS prihatin terhadap upaya China untuk mengintimidasi negara tetangganya, termasuk Taiwan.

"Kami mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonominya terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog dengan perwakilan Taiwan yang terpilih secara demokratis," kata juru bicara Ned Price dalam pernyataan yang dilansir dari Associate Press, Minggu (24/1/2021).

Washington akan terus memperkuat hubungan dengan Taiwan dan memastikan pertahanannya dari ancaman China, sambil mendukung penyelesaian masalah secara damai antara kedua belah pihak.

Terkait penegasan AS, hingga Minggu (24/1) tidak ada tanggapan langsung dari pihak China.

Pada Sabtu (23/1), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan China mengirim delapan pembom yang mampu membawa senjata nuklir dan empat jet tempur ke wilayah udara di barat daya pulau itu. Pengiriman senjata menjadi pola lama serangan China yang bertujuan untuk menekan pemerintah Presiden Tsai Ing-wen agar menyerah. Hal itu terjadi terkait tuntutan Beijing agar dia mengakui Taiwan sebagai bagian dari wilayah Tiongkok.

Setelah pelantikan Presiden Joe Biden, China menekankan posisi Taiwan di tengah banyak masalah yang memecah belah kedua pihak, seperti mencakup hak asasi manusia, sengketa perdagangan, dan, yang terbaru, pertanyaan tentang tanggapan awal China terhadap pandemi virus corona.

Pemerintahan Biden tidak banyak menunjukkan tanda-tanda mengurangi tekanan pada China atas masalah-masalah yang terjadi.

Sebagai tanda dukungan lainnya untuk Taiwan, duta besar defacto Taiwan untuk Washington,Hsiao Bi-khim, menjadi tamu undangan pada pelantikanBiden.

Dan dalam serangan terakhir di China, duta besar PBB yang akan keluar dari pemerintahan Trump men-tweet bahwa sudah waktunya bagi dunia untuk menentang upaya China untuk mengecualikan dan mengisolasi Taiwan. Hal itu menuai kritik tajam dari Beijing.

Duta Besar Kelly Craft menyertai tweet dengan foto dirinya di Aula Majelis Umum PBB. Dia membawa tas tangan dengan boneka beruang Taiwan mencuat di bagian atasnya, hadiah dari perwakilan Taiwan di New York, Duta Besar James Lee.

Taiwan dan China berpisah di tengah perang saudara pada tahun 1949. China mengatakan pihaknya bertekad untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, dengan kekerasan jika perlu. AS mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada 1979, tetapi secara hukum diwajibkan untuk memastikan Taiwan dapat mempertahankan diri. Taiwan menikmati dukungan bipartisan yang kuat di Washington.

Tsai telah berusaha untuk meningkatkan pertahanan pulau itu dengan pembelian senjata AS senilai miliaran dolar, termasuk peningkatan jet tempur F-16,drone bersenjata, sistem roket, dan rudal Harpoon yang mampu mengenai kapal dan target darat.

Dia juga telah meningkatkan dukungan untuk industri senjata asli Taiwan, termasuk meluncurkan program untuk membangun kapal selam baru untuk melawan kemampuan angkatan laut China yang terus berkembang.

Peningkatan ancaman China datang ketika bujukan ekonomi dan politik tidak membuahkan hasil. Hal itu membawa China dan Taiwan pada perang dan mengirimkan jet tempur dan pesawat pengintai hampir setiap hari ke pulau berpenduduk 24 juta orang, yang terletak 160 kilometer (100 mil) dari tenggara pantai China melintasi Selat Taiwan.

(izt/gbr)