1 dari 22 Penambang China yang Terjebak Berhasil Dievakuasi

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 12:26 WIB
Rescue workers are pictured at the site of a landslide on December 26, 2015 in Hpakant, Kachin State, the war-torn area that is the epicentre of Myanmars secretive billion dollar jade industry. Rescuers were searching through mud and rubble after a new landslide buried workers in the remote jade mining region in northern Myanmar, the second such incident in just over a month. AFP PHOTO / AFP PHOTO / STR
Ilustrasi Tambang Emas (Foto: AFP PHOTO/STR)
Beijing -

Petugas penyelamat China berhasil mengevakuasi satu dari 22 penambang yang terperangkap di bawah tanah tambang China Timur. Laporan media pemerintah, CCTV, menyebut evakuasi dilakukan setelah dua minggu para penambang terjebak.

Dilansir AFP, Minggu (24/1/2021), seorang pria yang berhasil ditemukan berada di lokasi terpisah dari 10 penambang yang sempat berkontak dengan tim penyelamat. CCTV menyebut penambang itu berada dalam kondisi fisik yang sangat lemah.

Tim penyelamat sudah bekerja keras untuk membantu para penambang yang terperangkap akibat ledakan bawah tanah di tambang Hushan, provinsi Shandong.

Dalam sebuah rekaman CCTV, terlihat pengangkatan lift pembawa barang ke permukaan. Seorang pria bermasker dibawa keluar oleh petugas penyelamat.

Tim penyelamat melakukan kontak pertama kali sekitar satu minggu lalu, dimana terdapat 11 penambang yang terperangkap di kedalaman 580 meter (1.900 kaki) di bawah permukaan. Salah satu dari mereka terluka parah dalam ledakan awal dan dipastikan tewas setelah menderita cedera kepala dan koma.

Tim penyelamat telah menurunkan makanan, obat-obatan dan perbekalan lainnya melalui beberapa lubang "penyelamat" yang dibor ke dalam batu. Detektor kehidupan dan larutan nutrisi telah diturunkan ke bagian lain tambang untuk menemukan penambang lain yang hilang.

"Penambang yang berhasil diselamatkan ditemukan di bagian yang lebih dekat ke permukaan daripada bagian tempat kelompok pertama berada," lapor CCTV.

Seorang penambang kedua belas diyakini terjebak sendiri, 100 meter lebih jauh di bawah air yang naik.

"Untuk sembilan penambang lainnya, harapan kami berkurang karena belum terdengar sejak ledakan,"

Pada Jumat lalu (22/1), petugas penyelamat mengatakan dibutuhkan setidaknya dua minggu lagi untuk membebaskan para penambang, dikarenakan kondisi penyumbatan yang menunda upaya pengeboran.

Tim penyelamat mencoba untuk memperlebar salah satu poros demi memungkinkan para pekerja untuk dibawa ke permukaan.

Kecelakaan pertambangan sering terjadi di China, di mana industri ini memiliki catatan keselamatan yang buruk dan peraturan seringkali tak ditegakkan.

Pada bulan Desember, 23 pekerja tewas setelah terjebak di bawah tanah di kota barat daya Chongqing.

(izt/gbr)