Kepala Staf Pertahanan Spanyol Mengundurkan Diri di Tengah Polemik Vaksin COVID

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 04:33 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Madrid -

Angkatan bersenjata Spanyol mengatakan kepala staf pertahanan Spanyol, Jenderal Miguel Angel Villarroya mengundurkan diri. Pengunduran diri itu setelah perselisihan tentang mendapatkan vaksin COVID-19 meskipun tidak berada dalam daftar prioritas.

Dilansir AFP, Minggu (24/1/2021) pengunduran diri Jenderal Villarroya terjadi saat skandal muncul atas pejabat militer dan politik Spanyol yang mendapatkan vaksinasi dini yang seharusnya diperuntukkan bagi petugas kesehatan dan orang-orang di panti jompo.

"Untuk menjaga citra angkatan bersenjata, Jenderal Villarroya hari ini menyampaikan permintaan pengunduran diri kepada menteri pertahanan," kata angkatan bersenjata dalam sebuah pernyataan.

Jenderal berusia 63 tahu itu mengatakan dia "tidak pernah bermaksud mengambil keuntungan dari hak istimewa yang tidak dapat dibenarkan".

Pengunduran dirinya diterima oleh Menteri Pertahanan Magarita Robles, kata seorang sumber kepada AFP.

Pengunduran diri terjadi selang sehari setelah Kementerian Dalam Negeri memecat seorang letnan kolonel yang bertugas sebagai staf penghubung pengawal sipil, karena laporan internal menemukan bahwa dia telah menerima suntikan tanpa menjadi prioritas.

Laporan tersebut menuduh beberapa anggota staf pertahanan lainnya menerima vaksin secara tidak benar dan Robles telah memperingatkan lebih banyak pengunduran diri segera menyusul.

Politisi juga telah mengundurkan diri karena menerima vaksin secara bergiliran, termasuk Manuel Villegas, penasehat kesehatan untuk wilayah Murcia tenggara.

Tetapi Javier Guerreron, penasehat kesehatan untuk daerah kantong Ceuta di Afrika utara Spanyol, menolak untuk mengundurkan diri. Dia mengatakan tidak melanggar protokol apapun.

"Saya tidak ingin divaksinasi," katanya, menambahkan bahwa dia "tidak suka vaksin".

Spanyol sangat terpukul oleh pandemi, sejauh ini tercatat 55.441 kematian dari hampir 2,5 juta kasus positif COVID-19.

(lir/lir)