Direktur Intelijen AS Pilihan Biden Sebut China Tantangan Berat

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 16:18 WIB
WILMINGTON, DELAWARE - JANUARY 07: U.S. President-elect Joe Biden delivers remarks before announcing his choices for attorney general and other leaders of the Justice Department at The Queen theater January 07, 2021 in Wilmington, Delaware. Biden nominated Judge Merrick Garland to be attorney general, Lisa Monaco to be deputy attorney general, Vanita Gupta to be associate attorney general, and Kristen Clarke to be assistant attorney general for the Civil Rights Division.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP
Presiden terpilih Joe Biden (Foto: Chip Somodevilla/Getty Images/AFP)
Washington -

Presiden terpilih Amerika Serikat yang akan segera dilantik, Joe Biden menunjuk Avril Haines sebagai direktur intelijen nasional (DNI). Haines menyebut akan tetap bersikap apolitis dan akan berusaha untuk membangun kembali kepercayaan dengan badan-badan intelijen sekutu, setelah pemerintahan Donald Trump berakhir.

Melansir dari AFP, Rabu (20/1/2021), Avril Haines yang merupakan mantan pejabat tinggi CIA, mengatakan komunitas spionase AS akan meningkatkan fokusnya pada China sebagai ancaman utama.

"Untuk menjaga integritas komunitas intelijen kita, DNI bersikeras bahwa dalam hal intelijen tidak ada tempat untuk urusan politik," katanya kepada Komite Intelijen Senat, yang memverifikasi pencalonannya.

"DNI harus memprioritaskan transparansi, akuntabilitas, ketelitian analitis, memfasilitasi pengawasan dan pemikiran yang beragam - bukan sebagai renungan, tetapi sebagai keharusan strategis yang mendukung pekerjaan dan lembaga kita," lanjutnya.

Tiga pendahulu pemimpin DNI sebelumnya terseret ke dalam pertempuran politik Presiden Donald Trump, terutama karena penolakan Trump terhadap penilaian komunitas intelijen yang menyebut Rusia ikut campur dalam pemilu 2016.

Haines (51) adalah wakil direktur CIA dan kemudian menjadi wakil penasihat keamanan nasional pada pemerintahan presiden Barack Obama 2009-2017, ketika Biden menjadi wakil presiden.

Sebagai wanita pertama di tampuk kepemimpinan DNI, dia akan mengawasi dan mengoordinasikan seluruh 18 badan komunitas intelijen AS, termasuk CIA, Badan Keamanan Nasional dan kontra intelijen FBI, dan akan bertanggung jawab atas pengarahan intelijen reguler presiden.

Selanjutnya
Halaman
1 2