Israel Akan Bangun 2.500 Rumah Pemukim Yahudi di Tepi Barat-Yerusalem

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 13:58 WIB
Sebelum Trump Keluar Gedung Putih, Netanyahu Otorisasi Pembangunan Baru di Tepi Barat
Israel Bangun 2.500 pemukiman di Yerusalem (Foto: DW News)
Yerusalem - Israel telah mengeluarkan tender untuk 2.500 rumah permukiman baru bagi warga Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, pada malam pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS. Hal itu diungkapkan pengawas Peace Now pada Rabu (20/1/2021).

Melansir dari AFP, Rabu (20/1/2021), pada minggu lalu, Israel telah menyetujui 780 rumah permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, menjelang pemungutan suara di Israel. Perdana Menteri Bejamin Netanyahu diperkirakan akan menghadapi tantangan sengit dari kandidat sayap kanan yang pro-permukiman Yahudi, Gideon Sa'ar.

Peace Now mengatakan, pemerintah Israel kini telah menerbitkan tender untuk 2.112 unit lagi di Tepi Barat dan 460 unit di Yerusalem Timur. Pemerintah Israel dituduh 'berebut' untuk mempromosikan sebanyak mungkin permukiman Yahudi sampai menit-menit terakhir sebelum perubahan pemerintahan di Washington.

"Dengan melakukan itu, Netanyahu memberi isyarat kepada presiden yang akan datang bahwa dia tidak berniat memberikan babak baru dalam hubungan AS-Israel atau pemikiran serius tentang bagaimana menyelesaikan konflik kami dengan Palestina secara masuk akal," kata Peace Now dalam sebuah pernyataan.

"Perdana Menteri Netanyahu sekali lagi menempatkan kepentingan politik pribadinya di atas kepentingan negara," kata Peace Now.

Semua permukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh banyak komunitas internasional. Tetapi pemerintahan Trump telah melanggar kebijakan AS selama puluhan tahun, dengan menyatakan pada 2019 bahwa Washington tidak lagi menganggap permukiman sebagai pelanggaran hukum internasional.

Biden sebelumnya telah mengindikasikan akan mengembalikan kebijakan Washington sebelum Trump yang menentang perluasan permukiman.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak Perang Enam Hari tahun 1967. Setelah bertahun-tahun perluasan permukiman, saat ini ada sekitar 450.000 orang Yahudi yang tinggal di Tepi Barat bersamaan dengan sekitar 2,8 juta orang Palestina.

Sebagian besar negara di dunia menganggap isu pemukiman Yahudi ini sebagai hambatan bagi solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Tonton video 'Israel Setujui Permukiman Baru di Hari Terakhir Pemerintahan Trump':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)