FBI Selidiki Wanita yang Coba Jual Laptop Ketua DPR AS ke Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 13:20 WIB
House Speaker Nancy Pelosi walks with her staff to a news conference at the Mission Education Center Elementary School, Wednesday, Sept. 2, 2020, in San Francisco. Pelosi said she takes responsibility for trusting the word of a San Francisco hair salon shes visited over the years when it told her it was OK to come in for a solo visit this week, even though the city still does not allow indoor beauty services. (AP Photo/Eric Risberg)
Sebuah laptop dilaporkan hilang dari kantor Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, usai terjadi rusuh di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu: AP Photo/Eric Risberg
Washington DC -

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) atau FBI sedang menyelidiki seorang wanita yang diduga mengambil laptop atau hard drive dari kantor Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, saat rusuh Gedung Capitol pada 6 Januari lalu dan berusaha menjualnya kepada intelijen Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (19/1/2021), hal itu terungkap dalam sebuah dokumen pengadilan yang dirilis seorang agen FBI pada Minggu (17/1) malam waktu setempat. Dokumen pengadilan menjabarkan kasus kriminal terhadap seorang wanita Pennsylvania yang bernama Riley June Williams.

Williams dituduh melakukan penyusupan melanggar hukum ke Gedung Capitol AS di Washington DC dan mengarahkan orang-orang masuk ke kantor Pelosi.

Pencurian perangkat elektronik dari kantor Kongres AS telah menjadi kekhawatiran berkelanjutan usai penyerbuan dan kerusuhan di Gedung Capitol AS yang didalangi para pendukung Presiden Donald Trump. Pelaksana tugas (Plt) jaksa AS, Michael Sherwin, menyatakan bahwa sejumlah tindak pencurian mungkin berpotensi membahayakan apa yang digambarkannya sebagai 'ekuitas keamanan nasional'.

Menurut dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia, FBI menerima informasi dari seseorang yang menyatakan mereka mantan kekasih Williams. Kepada FBI, sang informan membeberkan rencana Williams untuk menjual barang elektronik penting kepada Rusia.

"(Williams) Bermaksud mengirimkan perangkat komputer ke seorang teman di Rusia, yang kemudian berencana menjual perangkat tersebut kepada SVR, dinas intelijen luar negeri Rusia," demikian disebutkan dalam dokumen pengadilan itu.

"Transfer perangkat komputer ke Rusia gagal karena alasan yang tidak diketahui dan Williams masih memiliki perangkat komputer atau menghancurkannya," tutur sang informan seperti disampaikan melalui dokumen pengadilan tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2