Pentagon: Tak Ada Indikasi Insider Attack Jelang Pelantikan Biden

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 12:37 WIB
Otoritas penegak hukum Amerika Serikat meningkatkan pengamanan menjelang pelantikan Presiden AS terpilih, Joe Biden, pada 20 Januari 2021. Peningkatan keamanan ini dilakukan pasca massa pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Parlemen AS, Capitol, dan membuat kerusuhan.
AS Perketat Keamanan Jelang Pelantikan Presiden Terpilih Joe Biden (Foto: AP/Ted S. Warren)
Washington D.C -

Otoritas Amerika Serikat (AS) mewaspadai serangan orang dalam atau insider attack saat pelantikan Presiden AS Joe Biden pada 20 Januari mendatang. Namun, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon menyebut sejauh ini tidak ada indikasi ancaman itu sebelum pelantikan.

Melansir dari Reuters, Selasa (19/1/2021), FBI akan membantu militer AS dalam memeriksa lebih dari 25.000 pasukan Garda Nasional untuk melindungi Capitol AS. Hal itu dilakukan karena adanya potensi masalah keamanan menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.

Serangan para pendukung presiden Donald Trump di gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021) mengakibatkan kematian sebanyak 5 orang dan membuat anggota parlemen sampai bersembunyi di gedung Capitol. Untuk mencegah kejadian serupa, otoritas AS telah meningkatkan keamanan di sekitar Capitol, termasuk pemasangan pagar kawat dan melarang publik mendekati zona yang sudah diamankan.

"Pemeriksaan adalah hal normal sebagai dukungan militer untuk peristiwa keamanan besar. Meskipun kami tidak memiliki intelijen yang menunjukkan ancaman orang dalam, kami tidak melewatkan pengamanan ibu kota," kata Plt Menteri Pertahanan, Christopher Miller dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (18/1/2021).

Miller menghargai dukungan FBI dalam membantu tugas pengamanan dan mendukung pada lebih dari 25.000 Pengawal.

The Washington Post melaporkan pada hari Senin (18/1/2021) bahwa FBI dalam sebuah laporan intelijen memperingatkan lembaga penegak hukum bahwa ekstremis sayap kanan telah mendiskusikan mengenai penyamaran sebagai anggota Garda Nasional di Washington. Lebih lanjut, laporan FBI itu tidak mengidentifikasi plot khusus untuk menyerang acara pelantikan.

Pihak Angkatan Darat AS sedang bekerjasama dengan FBI untuk melihat apakah ada penyerang yang menjadi anggota dinas saat ini. FBI dan Dinas Rahasia ingin melihat apakah salah satu dari hampir 10.000 pasukan Garda Nasional yang mengamankan pelantikan Biden memerlukan penyaringan tambahan atau tidak.

Plt Menteri Departemen Keamanan Dalam Negeri, Peter Gaynor mengatakan ke Fox News bahwa dirinya belum melihat bukti apapun dari serangan yang direncanakan. Pihak berwenang memastikan tidak ada yang terlewat ketika potensi ancaman datang.

Sebelumnya, sejumlah kecil kelompok pengunjuk rasa - beberapa dari mereka bersenjata - berkumpul di gedung-gedung DPRD sejumlah negara bagian di AS menjelang pelantikan Biden. Ketegangan telah meningkat setelah terjadinya kerusuhan mematikan di gedung Capitol.

Beberapa hari sebelumnya, Biro Investigasi Federal (FBI) sudah memperingatkan kemungkinan adanya aksi unjuk rasa bersenjata di sejumlah wilayah Amerika Serikat menjelang pelantikan Biden.

(izt/ita)