Marak Demo Bersenjata, Hak Warga AS Pegang Senjata Dilindungi Konstitusi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 11:36 WIB

Oleh karena itu, opsi lain selain tentara permanen adalah pemerintah bisa bergantung pada milisi yang terdiri atas warga sipil biasa yang mendapat pasokan senjata mereka sendiri dan menerima pelatihan militer secara paruh waktu dan tanpa dibayar. Milisi semacam ini bisa dikerahkan saat menanggapi invasi tiba-tiba atau situasi darurat lainnya.

Namun, Perang Revolusi AS menunjukkan bahwa milisi tidak cukup untuk menghadapi kekuatan invasi yang besar seperti Kerajaan Inggris. Akhirnya, Konvensi Konstitusional memutuskan bahwa pemerintah federal harus memiliki wewenang tak terkekang untuk membentuk tentara permanen dan meregulasi milisi.

Persoalan ini, menurut laporan Al Jazeera, menjadi perdebatan sengit antara dua kelompok berpengaruh yang membingkai penyusunan Konstitusi AS, yakni Anti-Federalis dan Federalis.

Kelompok Federalis memandang pemerintah nasional yang kuat diperlukan untuk keberhasilan AS yang baru dibentuk. Konstitusi AS dipandang oleh kelompok Federalis sebagai cara menjamin pemerintahan seperti itu. Kelompok Anti-Federalis ingin memblokir ratifikasi Konstitusi dan mengklaim bahwa pemerintah nasional tidak bisa memenuhi kebutuhan rakyat yang jauh dari Capitol AS.

Meskipun mereka gagal memblokir ratifikasi itu, kelompok Anti-Federalis berperan penting dalam mengusulkan 12 amandemen untuk Konstitusi AS yang menetapkan hak-hak yang tidak dapat dicabut dari warga AS. Sekitar 10 amandemen di antaranya diratifikasi tahun 1791, termasuk Amandemen Kedua.

Zaman Berubah, Amandemen Kedua Jadi Perdebatan

Zaman banyak berubah sejak Amandemen Kedua diratifikasi tahun 1791 silam. Milisi tradisional tidak lagi digunakan dan milisi berbasis negara akhirnya bergabung dengan struktur militer federal.

Kekuatan militer negara jauh lebih kuat dari tentara abad ke-18. Kebanyakan warga AS tidak lagi takut pada Angkatan Bersenjata Negara dan hampir tidak ada yang berpikir bahwa rakyat yang dipersenjatai tidak bisa mengalahkan Angkatan Bersenjata dalam pertempuran.

Warga sipil AS abad ke-18 masih menyimpan senjata api di rumah mereka, tepatnya senjata yang sama yang diperlukan jika mereka dipanggil untuk bertugas di milisi di masa lalu. Sementara tentara modern diperlengkapi dengan senjata yang berbeda dari senjata warga sipil.