Pemberontak di Republik Afrika Tengah Bunuh 2 Penjaga Perdamaian

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 03:12 WIB
Ilustrasi Sudan (smc.sd)
Ilustrasi penjaga perdamaian (Foto: smc.sd)
Afrika Tengah -

Pemberontak di Afrika Tengah menewaskan dua penjaga perdamaian, pada hari Senin. Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah pengadilan tertinggi negara mengumumkan bahwa Presiden Faustin Archange Touadera telah memenangkan pemilihan ulang.

Dilansir dari AFP, Selasa (19/1/2021), kematian itu menambah jumlah tentara MINUSCA yang tewas. Total sampai saat ini ada 7 orang, sejak dimulainya serangan pemberontak terhadap Touadera pada 19 Desember.

MINUSCA dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa penjaga perdamaian yang tewas pada Senin adalah berasal dari Gabon dan Maroko.

Touadera menuduh bahwa pendahulunya, Francois Bozize, mengobarkan serangan tersebut.

Juga pada hari Senin, Mahkamah Konstitusi mengkonfirmasi kemenangan Touadera dalam pemilihan Desember tetapi mengatakan jumlah pemilih, yang ditekan oleh kelompok bersenjata, hanya sedikit lebih dari sepertiga, dengan banyak pemilih dicegah untuk memberikan suara mereka.

Dua pertiga dari bekas jajahan Prancis berada di tangan kelompok bersenjata, dan Touadera mengandalkan keamanan dan dukungan militer dari MINUSCA serta Rusia dan Rwanda.

(eva/eva)