Sekjen PBB Serukan Negara-negara Dunia Berbagi Vaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 15:39 WIB
A woman walks in the empty Asakusa district, usually popular with tourists, Wednesday, April 1, 2020, in Tokyo. The United Nations Secretary-General Antonio Guterres on Tuesday, Aug. 25, 2020, said the global tourism industry has been devastated by the coronavirus pandemic, with $320 billion lost in exports in the first five months of the year and more than 120 million jobs at risk. (AP Photo/Eugene Hoshiko, File)
Antonio Guterres (dok. AP Photo)
New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyerukan negara-negara di dunia untuk berkomitmen saling berbagi kelebihan pasokan vaksin virus Corona (COVID-19).

"Ekonomi terdepan dunia memiliki tanggung jawab khusus. Namun saat ini kita melihat kekosongan vaksin. Vaksin mencapai negara-negara berpenghasilan tinggi dengan cepat, sementara negara termiskin di dunia tidak memilikinya sama sekali," ucap Guterres dalam pesan videonya, seperti dilansir CNN, Sabtu (16/1/2021).

"Beberapa negara mengejar kesepakatan sampingan, bahkan melakukan pengadaan di luar kebutuhan. Pemerintah memiliki tanggung jawab melindungi warga mereka, tapi 'vaksinasionalisme' merugikan diri sendiri dan akan menunda pemulihan global," ujarnya mengingatkan.

"Kita membutuhkan produsen untuk meningkatkan komitmen mereka untuk bekerja dengan fasilitas COVAX dan negara-negara di seluruh dunia untuk memastikan pasokan yang cukup dan distribusi yang adil. Kita perlu negara-negara berkomitmen sekarang untuk saling berbagi kelebihan dosis vaksin," cetus Guterres.

Guterres secara khusus merujuk pada COVAX, inisiatif global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan akses yang cepat dan adil terhadap vaksin Corona bagi semua negara.

Seruan Guterres ini disampaikan saat angka kematian akibat Corona menembus 2 juta orang secara global. Data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) melaporkan sejauh ini 93.869.189 orang terinfeksi Corona secara global, dengan jumlah kematian mencapai 2.009.595 orang.

"Sayangnya, dampak mematikan pandemi telah diperburuk dengan absennya upaya terkoordinasi global. Untuk mengenang dua juta jiwa itu, dunia harus bertindak dengan solidaritas jauh lebih besar," harap Guterres.

"Vaksin COVID-19 yang aman dan efektif sedang diluncurkan -- dan PBB mendukung negara-negara untuk memobilisasi upaya imunisasi global terbesar dalam sejarah. Kita berkomitmen untuk mematikan bahwa vaksin dipandang sebagai barang publik global -- vaksin rakyat," tandasnya.

(nvc/rdp)