Corona Melonjak, China Pindahkan 20 Ribu Warga ke Area Karantina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 11:53 WIB
Stasiun kereta bawah tanah di Beijing ramai penumpang saat jam sibuk. Diketahui, Pemerintah China melakukan sejumlah upaya guna cegah varian baru virus Corona.
Ilustrasi (dok. AP Photo/Andy Wong)
Beijing - Lebih dari 20 ribu warga dari sedikitnya 12 desa di wilayah China, direlokasi ke area karantina baru sebagai langkah pencegahan terhadap pandemi virus Corona (COVID-19) yang masih merajalela. Relokasi puluhan ribu warga ini dilakukan saat kasus Corona kembali meningkat di China.

Seperti dilansir CNN, Jumat (15/1/2021), media nasional China, CGTN, yang mengutip pejabat Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), Tong Zhaohui, melaporkan bahwa area karantina baru itu dimaksudkan untuk menghindari penularan Corona yang muncul akibat kontak antara warga dengan virus dan warga tanpa virus.

Lebih dari 20 ribu warga yang direlokasi itu berasal dari 12 desa yang ada di distrik Gaocheng, kota Shijiazhuang. Provinsi Hebei, yang menjadi lokasi kota Shijiazhuang, diketahui menjadi pusat wabah terbaru Corona di China dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Rabu (13/1) waktu setempat, NHC melaporkan 138 kasus baru Corona di wilayah China daratan. Dari angka tersebut, sebanyak 14 kasus merupakan kasus impor atau penularannya terjadi di luar negeri dan 124 kasus lainnya merupakan penularan lokal atau penularannya terjadi di tengah masyarakat.

Sebanyak 81 kasus penularan lokal di antaranya terdeteksi di Provinsi Hebei.

Pada hari yang sama, otoritas China melaporkan satu kematian akibat Corona di wilayahnya, yang merupakan kematian pertama di negara itu dalam 242 hari terakhir. Satu kematian akibat Corona itu terjadi di Provinsi Hebei.

Sementara itu, Wakil Gubernur Hebei, Xu Jianpei, mengumumkan bahwa putaran kedua tes Corona massal akan segera digelar di kota Shijiazhuang, Xingtai dan Langfang. Putaran pertama tes Corona massal di provinsi tersebut yang dilakukan terhadap 17 juta orang telah berakhir pada Minggu (10/1) waktu setempat.

Langkah lainnya, menurut CGTN, juga dilakukan otoritas setempat dengan membangun sebuah pusat medis tersentralisasi di kota Shijiazhuang. Pusat medis itu dibangun di atas lahan seluas 33 hektare dan akan memiliki 3 ribu bangsal darurat.

Simak video 'Melonjak! Kasus Corona di China Menggila (Lagi)':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)