Round-Up

Kritik Bermunculan saat Darurat Nasional Cegah Corona di Negeri Jiran

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 20:49 WIB
Beragam upaya pencegahan Corona terus dilakukan di perbatasan Indonesia-Malaysia. Salah satunya dengan rutin melakukan penyemprotan disinfektan di ruang publik.
Foto: Corona di Malaysia (Rengga Sancaya)
Kuala Lumpur -

Keadaan darurat nasional di Malaysia hingga 1 Agustus diumumkan oleh Raja Malaysia. Keputusan untuk mencegah penularan Corona ini memicu kritik dari sejumlah pihak.

Keputusan tersebut disetujui Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah usai bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin pada Senin (10/1).

"Saya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan kuat menghadapi keadaan darurat ini dan perintah pengendalian gerakan demi keselamatan dan kepentingan kita sendiri," kata Pengawas Keluarga Istana Negara Datuk Ahmad Fadil Syamsuddin dalam sebuah pernyataan hari ini seperti dilansir The Star, Selasa (12/1/2021).

Sebelumnya pada hari Senin (11/1), PM Muhyiddin mengumumkan bahwa enam negara bagian akan ditempatkan di bawah perintah pengendalian gerakan (MCO) atau kerap disebut sebagai lockdown (penguncian) mulai Rabu (13/1) besok.

Dalam pidatonya pada hari Senin (11/1), Muhyiddin mengatakan Johor, Melaka, Selangor, Penang, Sabah dan Wilayah Federal Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan akan berada di bawah MCO hingga 26 Januari mendatang.

Muhyiddin menambahkan bahwa MCO pemulihan akan diberlakukan di Perlis dan sebagian besar Sarawak.

Dia juga mengatakan bahwa tiga distrik di Sarawak --Kuching, Miri dan Sibu - serta Pahang, Perak, Negri Sembilan, Kedah, Terengganu dan Kelantan akan berada di bawah MCO bersyarat.

Selanjutnya
Halaman
1 2