Dituduh Bantu Kelompok Fethullah Gulen, Ini Jejak Politik Harun Yahya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 12:29 WIB
Harun Yahya
Foto: Harun Yahya (hurriyetdailynews.com)
Ankara -

Adnan Oktar alias Harun Yahya divonis hukuman 1.075 tahun penjara atas sejumlah dakwaan termasuk kejahatan seksual. Selain dikenal sebagai pendakwah dan penulis buku bertema Islam, Harun Yahya juga memiliki jejak politik.

Dilansir dari BBC, Selasa (12/1/2021) Harun Yahya dikenal sebagai pendakwah yang menentang keras teori evolusi Charles Darwin. Dia juga menolak holocaust dan Marxisme. Semua gagasannya itu ia tuangkan dalam buku dan video-videonya.

Dia juga kerap mengkritik agama Yahudi. Meski mengkritik agama Yahudi, Oktar memiliki hubungan yang baik dengan Israel dalam beberapa tahun belakangan.

Baik dirinya maupun para pengikut organisasinya mengunjungi Israel dalam berbagai kesempatan dan telah bertemu petinggi Yahudi dan juga para politisi.

Pejabat senior Israel juga membalas kunjungan ini dengan menjumpai Oktar di Turki. Yang pernah bertemu Oktar di Turki antara lain adalah Ayoub Kara, Menteri Komunikasi Israel dan anggota parlemen Israel dari Partai Likud.

Pada 2017, Harun Yahya mengirim delegasi untuk mengunjungi parlemen Israel, Knesset, bertemu dengan para pejabat senior dan diperkenalkan secara langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Selain itu, saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terpilih, Harun Yahya mendukungnya. Dia bahkan menggambarkan Erdogan sebagai 'pejuang muda yang berani'.

Sementara itu, Kantor berita Turki, Anadolu melaporkan bahwa Harun Yahya juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh ulama terkenal Turki yang bermukim di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen, yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada tahun 2016.

Tonton video 'Sosok Harun Yahya, Pendakwah Pintar yang Dipenjara 1000 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2