AS Akan Tetapkan Pemberontak Houthi sebagai Organisasi Teror

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 16:03 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Ilustrasi (AP Photo/Hani Mohammed, File)
Washington DC -

Otoritas Amerika Serikat (AS) berencana menetapkan kelompok pemberontak Houthi yang kini menguasai Yaman sebagai organisasi teroris asing. Menanggapi hal ini, Houthi menyampaikan kecaman keras.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (11/1/2021), langkah ini memicu kekhawatiran para diplomat dan kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan karena bisa mengancam proses perundingan damai dan memperumit upaya memerangi krisis kemanusiaan terbesar di dunia yang kini terjadi di Yaman.

Keputusan untuk memasukkan Houthi, yang didukung Iran, ke dalam daftar hitam ini diumumkan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menjelang pengambilalihan pemerintahan Presiden Donald Trump oleh Presiden terpilih AS, Joe Biden, pada 20 Januari mendatang.

"Departemen Luar Negeri akan memberitahu Kongres soal niat saya menetapkan Ansar Allah yang terkadang disebut dengan Houthi, sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO)," cetus Pompeo dalam pernyataan pada Minggu (10/1) malam waktu setempat.

Pemerintahan Trump telah menumpuk sanksi terkait Iran dalam beberapa pekan terakhir, yang membuat beberapa sekutu Biden dan analis untuk menyimpulkan bahwa pemerintahan Trump berusaha mempersulit pemerintahan yang akan datang untuk menangani Iran dan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir internasional.

"Saya juga bermaksud untuk menetapkan tiga pemimpin Ansar Allah, yakni Abdul Malik al-Houthi, Abd al-Khaliq Badr al-Din al-Houthi, dan Abdullah Yahya al Hakim, sebagai Teroris Global yang Ditetapkan Secara Khusus," imbuh Pompeo.

Ditambahkan Pompeo bahwa AS berencana mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak dari keputusan itu terhadap aktivitas kemanusiaan dan impor ke wilayah Yaman.

Selanjutnya
Halaman
1 2