Permohonan Ekstradisi Julian Assange ke AS Ditolak Hakim Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 10:10 WIB
FILE PHOTO: WikiLeaks founder Julian Assange is seen in a police van after was arrested by British police outside the Ecuadorian embassy in London, Britain April 11, 2019. REUTERS/Henry Nicholls/File Photo
Julian Assange setelah ditangkap polisi Inggris pada April 2019 (REUTERS/Henry Nicholls)
London -

Hakim Inggris menolak permohonan untuk mengekstradisi pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi serentetan dakwaan pidana, termasuk pelanggaran hukum spionase.

Hakim dalam putusannya pada Senin (4/1) waktu setempat, menyatakan Assange menderita gangguan kesehatan mental yang membuatnya ada dalam risiko melakukan bunuh diri, jika dia diekstradisi ke AS dan ditahan di sana. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (5/1/2021).

Otoritas AS dalam tanggapannya menegaskan akan terus mengupayakan ekstradisi Assange yang kelahiran Australia ini. Jaksa-jaksa AS berencana mengajukan banding atas putusan hakim Inggris tersebut, ke Pengadilan Tinggi London.

AS menuduh Assange melakukan 18 tindak pelanggaran hukum terkait publikasi sejumlah besar data rahasia militer AS dan kawat diplomatik yang menurut AS, membahayakan nyawa banyak orang.

"Kami akan terus mengupayakan ekstradisi Assange," demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS, sembari menambahkan bahwa AS memenangkan seluruh poin legal dalam persidangan, termasuk argumen terkait kebebasan berbicara dan motivasi politik.

Belum ada komentar dari pemerintahan Presiden Donald Trump maupun Presiden terpilih AS, Joe Biden, terkait putusan ini.

Tim pengacara Assange menyatakan akan mengupayakan pembebasan dengan jaminan untuk klien mereka yang telah ditahan dan berada dalam pengasingan selama satu dekade terakhir.