Arab Saudi Cabut Larangan Penerbangan Internasional Terkait COVID-19

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 08:00 WIB
Ilustrasi pesawat
Foto: iStock/Arab Saudi Cabut Larangan Penerbangan Internasional Terkait COVID-19
Jakarta - Pemerintahan Arab Saudi mencabut larangan penerbangan internasional sementara terkait COVID-19. Aturan ini sempat diberlakukan setelah ditemukannya mutasi virus corona di beberapa negara.

Dikutip dari Arab News, pencabutan larangan juga berlaku untuk jalur transportasi lain. Artinya, angkutan darat dan laut sudah bisa kembali masuk Arab Saudi seperti sebelumnya.

"Aturan masuk wilayah Saudi kembali berlaku pada Minggu (3/1/2021) pukul 11.00," ujar kementerian dalam negeri dalam pernyataannya yang ditulis kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Arab Saudi termasuk salah satu negara yang menerapkan larangan masuk, setelah beberapa negara melaporkan temuan mutasi COVID-19. Penerapan restriksi masuk Saudi sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi corona.

Selain pada transportasi, restriksi juga diterapkan pada warga non Saudi yang tinggal di wilayah negara tersebut. Mereka harus berada di luar Saudi selama 14 hari sebelum kembali ke negara ini.

Aturan berlaku untuk warga yang baru datang dari Inggris, Afrika Selatan, dan negara lain yang melaporkan temuan mutasi virus corona. Sedangkan untuk warga Saudi wajib melakukan isolasi.

Penerapan isolasi berlaku untuk warga Saudi yang datang dari negara yang menemukan kasus mutasi corona. Isolasi dilakukan selama 14 hari di rumah masing-masing, untuk observasi lebih lanjut.

Aturan bisa masuk Saudi tidak berlaku untuk semua orang, termasuk warga negara. Mereka bisa masuk untuk urusan kemanusiaan atau hal lain yang sangat penting. Kasus mutasi COVID-19 telah ditemukan di Prancis, Swedia, Spanyol, Jordania, Kanada, dan Jepang.

Saat ini, Arab Saudi mulai memberikan vaksin pada warganya dimulai dari yang berisiko tinggi. Selain itu, jumlah kasus baru dan kematian akibat COVID-19 di negara tersebut stabil turun.

Pada Sabtu (2/1/2021), Arab Saudi hanya mencatat 101 kasus baru dengan dua wilayah melaporkan nol kasus. Jumlah ini adalah yang terendah dalam sembilan bulan saat pandemi COVID-19 berlangsung.

Sebanyak 362.488 orang terinfeksi COVID-19 di Saudi sejak kasus pertama terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019. Saat ini 2.772 pasien masih aktif dan 401 dalam kondisi kritis. Jumlah kematian mencapai 6.230 jiwa akibat COVID-19. (row/erd)