Tutup Pintu Lagi di Ibu Kota China Gegara Melonjak Tajam Kasus Corona

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 20:15 WIB
Otoritas kota Beijing, China kini mampu melakukan pemeriksaan virus Corona (COVID-19) terhadap nyaris 1 juta orang setiap harinya.
Foto: Corona di Beijing (Getty Images)
Beijing -

Ibu kota China, Beijing kembali menutup pintunya 10 area di distrik Shunyi timur laut. Keputusan ini merupakan imbas dari kasus Corona yang naik.

Ini merupakan penutupan pertama di ibu kota China itu sejak wabah virus Corona terakhir pada bulan Juni dan Juli.

Dilansir Channel News Asia, Rabu (30/12/2020) kota tersebut telah melaporkan 16 kasus Corona dan tiga kasus asimtomatik sejak 18 Desember, ketika kasus awal ditemukan. Sebagian besar kasus terdeteksi di Shunyi, yang melarang kurir memasuki kompleks perumahan. Lockdown diberlakukan sejak Selasa (29/12) kemarin.

"Enam desa, tiga bangunan dan satu zona industri termasuk di antara kawasan yang di-lockdown," kata seorang pejabat kota Beijing pada konferensi pers.

Sementara kasus baru Beijing jumlahnya sederhana dibandingkan dengan Juni dan Juli, otoritas kota telah meningkatkan langkah-langkah untuk mengendalikan virus corona, yang telah muncul di tiga distrik, tempat ratusan ribu penduduk telah diuji.

"Pencegahan dan pengendalian COVID di ibu kota (upaya) perlu memulai mode darurat," kata seorang juru bicara kota pada konferensi pers.

Pemerintah Beijing mengatakan membatalkan pertemuan skala besar seperti pameran kuil dan acara olahraga, dan mengendalikan ukuran acara offline seperti pesta tahunan.