Singapura Jadi Negara Asia Pertama Terima Vaksin Corona Pfizer-BioNTech

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 10:17 WIB
Pertama di Dunia, Inggris Izinkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech
Ilustrasi (DW News)
Singapura -

Singapura menerima pasokan pertama vaksin virus Corona (COVID-19) untuk wilayahya. Hal ini menjadikan Singapura sebagai negara pertama di kawasan Asia yang menerima pasokan vaksin Corona yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (22/12/2020), pasokan vaksin Corona itu dibawa dengan pesawat kargo Singapore Airlines dari Brussels, Belgia menuju Bandara Changi. Pesawat kargo yang membawa vaksin Pfizer-BioNTech itu tiba di Singapura pada Senin (21/12) malam sekitar pukul 19.36 waktu setempat.

Tidak disebutkan lebih lanjut jumlah dosis yang dibawa oleh pesawat kargo itu. Pasokan vaksin Corona itu diterima Menteri Transportasi Singapura, Ong Ye Kung, dan dibawa ke fasilitas berpendingin khusus untuk disimpan sebelum didistribusikan lebih lanjut.

Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, mengumumkan pada 14 Desember lalu bahwa otoritas Singapura menyetujui penggunaan pandemi untuk vaksin Pfizer-BioNTech dan pengiriman pertama akan tiba pada akhir Desember ini. Pasokan pertama vaksin Corona tiba di Singapura sepekan sebelum negara ini memasuki fase 3 pembukaan kembali pada 28 Desember mendatang.

Menanggapi tibanya pasokan pertama vaksin Corona, PM Lee menyatakan dirinya 'senang' melihat kesuksesan pengiriman pertama dan menyebutnya sebagai 'hadian selamat datang yang kita semua nantikan'.

Dalam pernyataan via Facebook, PM Lee berterima kasih kepada institusi dan para pekerja yang memungkinkan pengiriman dilakukan dengan lancar. Dia juga menyatakan bahwa satuan tugas multi-kementerian yang menangani wabah Corona di Singapura akan mengumumkan informasi detail soal peluncuran vaksin 'pada waktunya'.

"Ini tahun yang panjang dan berat. Saya harap kabar ini akan memberikan keceriaan pada warga Singapura di musim perayaan ini, dan alasan untuk optimis di tahun 2021," cetus PM Lee.