Denmark Tutup Mal dan Toko Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 12:23 WIB
Mette Frederiksen
Foto: PM Denmark, Mette Frederiksen (Facebook)
Jakarta -

Perdana Menteri Denmark mengatakan negara itu akan menutup mal dan toko selama liburan Natal-Tahun Baru. Hal ini karena kasus infeksi virus Corona terus meningkat.

Seperti dilansir AFP, Kamis (17/12/2020) Perdana Menteri Mette Frederiksen mengatakan penutupan ini hanya berlaku bagi toko dan mal. Toko makanan dan apotek dikecualikan.

"Denmark akan benar-benar tutup dari Jumat 25 Desember hingga 3 Januari," kata Mette Frederiksen, Rabu (16/12).

Pusat perbelanjaan akan ditutup secepatnya pada hari Kamis ini, sementara tahap aktivitas selanjutnya akan ditutup pada 21 Desember sebelum toko-toko yang tidak penting tutup sejak Hari Natal.

Awal pekan ini, Denmark telah memperpanjang langkah-langkah nasional yang sudah berlaku di kota-kota besar dan di sebagian besar negara, termasuk penutupan bar dan restoran, sekolah, fasilitas olahraga, dan pusat budaya.

Pada Rabu (16/12), otoritas kesehatan mencatat hampir 3.700 kasus baru Corona dan 14 kematian dalam 24 jam di kerajaan berpenduduk 5,8 juta orang itu.

Denmark tampaknya akan segera mencapai 120.000 total kasus dan 1.000 kematian, dan PM Frederiksen mengatakan pihak berwenang khawatir bahwa Januari dan Februari mendatang bisa menjadi bulan-bulan terburuk pandemi.

PM Frederiksen mendesak warga Denmark untuk merayakan Natal hanya dengan pertemuan kecil.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu (16/12) mendesak warga Eropa untuk memakai masker saat merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. WHO memperingatkan adanya "risiko tinggi" lonjakan kasus infeksi Corona pada awal 2021 mendatang.

(rdp/rdp)