Round-Up

Merkel Minta Pembatasan Lebih Ketat Usai Kematian Corona Makin Gawat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Des 2020 22:31 WIB
Kanselir Angela Merkel Peringatkan Jerman akan Masa Sulit Hadapi Pandemi
Foto: Kanselir Jerman Angela Merkel (DW News)
Berlin -

Kanselir Jerman Angela Merkel meminta pembatasan yang lebih ketat usai kematian akibat Corona semakin gawat. Selain itu, Merkel juga menyampaikan maafnya kepada publik.

Dilansir dari AFP, Kamis (10/12/2020), otoritas Jerman telah memberlakukan aturan penutupan yang jauh lebih ketat daripada negara-negara besar Eropa lainnya, setelah berhasil melalui gelombang pertama pandemi.

Namun, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu terpukul parah akibat gelombang kedua Corona dengan infeksi baru setiap hari lebih dari tiga kali lipat dari puncak wabah di musim semi.

Korban kematian harian juga telah meningkat. Angkanya mencapai rekor 590 orang meninggal pada hari Rabu (9/12/2020).

Merkel mengatakan dia yakin pedoman yang disepakati dua minggu lalu dengan para pemimpin 16 negara bagian Jerman yang membuat toko-toko tetap buka. Namun, dia melarang makan di dalam ruangan.

Sembari membungkuk dan tangan menjura, Merkel meminta maaf kepada publik atas korban meninggal dunia akibat Corona yang meningkat.

"Saya benar-benar minta maaf... tetapi jika kita membayar harga korban tewas pada 590 orang setiap hari maka itu menurut saya, tidak dapat diterima," ujarnya dalam pidato emosional di depan parlemen.

Apa yang menjadi dasar permintaan pembatasan Merkel ini? Silakan klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2