8 Orang Tewas Akibat Serangan Houthi di Pelabuhan Yaman

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 18:49 WIB
A fighter of the anti-Houthi Popular Resistance Committees stands on a truck during fighting with Houthi fighters near Yemens northern city of Marib May 29, 2015. REUTERS/Stringer      TPX IMAGES OF THE DAY
Ilustrasi (dok. REUTERS/Stringer)
Sanaa -

Sedikitnya delapan orang tewas dalam serangan di kawasan industri di pelabuhan Hodeida, Yaman. Pemerintah Yaman menyalahkan pemberontak Houthi sebagai dalang serangan itu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/12/2020), Menteri Informasi Yaman, Moammar Al-Eryani, mengecam Houthi atas serangan yang disebutnya 'serangan teroris yang buruk' terhadap kompleks industri Thabit Brothers pada Kamis (3/12) waktu setempat.

Dituturkan Al-Eryani seperti dikutip kantor berita Saba bahwa serangan itu menewaskan delapan pekerja di kompleks industri tersebut dan melukai 13 orang lainnya. Sumber-sumber medis setempat secara terpisah menuturkan kepada AFP bahwa serangan di Hodeida itu menewaskan 10 orang.

Dilaporkan bahwa pertempuran di dalam dan sekitar pelabuhan Hodeida yang strategis itu mengalami peningkatan beberapa waktu terakhir, dengan gencatan senjata rapuh yang ditengahi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah mencegah pertempuran besar antara pemerintah Yaman -- yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi -- dengan pemberontak Houthi -- yang didukung Iran.

Misi PBB untuk Mendukung Kesepakatan Hodeida (UNMHA) mengecam serangan tersebut. "Pembunuhan warga sipil harus dihentikan," imbau UNMHA dalam pernyataan pada Kamis (3/12) waktu setempat, mendorong semua pihak untuk menegakkan kesepakatan gencatan senjata.

"Selain menjadi pabrik yang melayani penduduk setempat dan menyediakan lapangan kerja, kawasan kompleks industri tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu kemungkinan lokasi kantor UNMHA," imbuh pernyataan UNMHA.

PBB menyebut total 74 warga sipil tewas atau terluka di Provinsi Hodeida pada Oktober lalu saat pertempuran meningkat. Pada akhir November lalu, sedikitnya delapan warga sipil lainnya, termasuk lima anak-anak, tewas akibat serangan pemberontak Houthi di distrik Al-Durayhimi di pantai Laut Merah.

Konflik Yaman yang pecah sejak tahun 2014 telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Puluhan ribu orang, yang kebanyakan warga sipil, tewas dan jutaan orang lainnya kehilangan tempat tinggal dan ada di ambang kelaparan akibat konflik tersebut.

(nvc/ita)