Round-Up

Ribuan Peneliti China Tinggalkan Paman Sam Tuai Tanda Tanya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 04:30 WIB
Hubungan Presiden AS Donald Trump-Presiden China Xi Jinping memanas. Keretakan hubungan diplomasi itu karena Trump kecewa dengan China terkait virus Corona.
Foto: Hubungan naik turun China dan AS (Getty Images)
Beijing -

Ribuan peneliti China meninggalkan Amerika Serikat (AS) di tengah dugaan pencurian teknologi. Namun, penyebab dari aksi para peneliti ini masih belum diketahui.

Dilansir Reuters, Rabu (3/12/2020) John Demers, kepala Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman AS, mengatakan dalam diskusi yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Aspen Institute, bahwa para peneliti China telah meninggalkan negara itu. Ada 1.000 lebih peneliti yang meninggalkan negeri itu.

Departemen tersebut diketahui meluncurkan beberapa kasus kriminal terhadap operasi China untuk spionase industri dan teknologi.

Seorang pejabat Departemen Kehakiman AS mengatakan mereka merupakan kelompok yang berbeda dengan yang disebutkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada bulan September. Kelompok tersebut adalah mereka yang visanya dicabut oleh AS. Hal ini berdasarkan keputusan presiden yang menolak masuknya siswa dan peneliti yang dianggap berisiko keamanan.

Pejabat itu mengatakan para peneliti yang dimaksud Demers, yang diyakini pihak berwenang AS berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat China, meninggalkan AS setelah FBI melakukan wawancara di lebih dari 20 kota dan Departemen Luar Negeri menutup konsulat China di Houston pada Juli lalu.

"Hanya China yang memiliki sumber daya dan kemampuan dan kemauan untuk terlibat dalam luasnya aktivitas pengaruh asing yang telah dilihat oleh lembaga AS dalam beberapa tahun terakhir," kata Demers.

Namun, belum jelas penyebab pasti mengapa para peneliti ini meninggalkan AS.

Sementara itu, William Evanina, kepala cabang kontraintelijen dari kantor Direktur Intelijen Nasional AS, mengatakan pada peristiwa yang sama bahwa agen China telah menargetkan personel pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden yang akan datang, serta "orang-orang yang dekat" dengan tim Biden .

Evanina mengatakan para peneliti China di Amerika Serikat yang berada di bawah pengawasan lembaga AS "semua datang ke sini atas perintah pemerintah China."

Apa kata China soal visa ini? Silakan klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2