Unilever Selandia Baru Uji Coba Model Kerja 4 Hari Seminggu

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 15:17 WIB
Logo Unilever
Foto: Ilustrasi Unilever (Getty Images/Emanuele Cremaschi)
Wellington -

Perusahaan Unilever Selandia Baru akan menguji coba empat hari kerja seminggu untuk staf di negara itu. Hal ini dilakukan tanpa pemotongan gaji. Uji coba ini muncul setelah Selandia Baru tahun ini menandai gagasan itu sebagai bagian dari dorongan untuk memulai ekonomi.

Dilansir AFP, Selasa (1/12/2020) perusahaan konsumen multinasional itu mengatakan sebanyak 81 karyawan akan memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam eksperimen selama setahun. Model 4 hari kerja ini dijadwalkan dimulai bulan ini dan akan mempertimbangkan untuk mengadopsinya secara global.

"Tujuan kami adalah untuk mengukur kinerja pada output, bukan waktu. Kami percaya cara kerja yang lama sudah ketinggalan zaman dan tidak lagi sesuai untuk tujuan," kata direktur pelaksana Unilever Selandia Baru, Nick Bangs, Selasa (1/12).

Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Mei mengangkat prospek tentang kerja empat hari selama seminggu untuk membantu memulai ekonomi pasca-lockdown Selandia Baru.

Ardern mengatakan dia ingin mendorong ide-ide "gesit" dan kreatif untuk pemulihan setelah lockdown (penguncian) tujuh minggu yang ketat, yang membantu Selandia Baru mengendalikan penyebaran virus Corona tetapi menghambat perekonomian.

Bangs mengatakan momentum untuk minggu kerja yang lebih pendek tumbuh setelah pergolakan budaya kantor pandemi.

"Ini adalah momen yang menarik bagi tim kami dan validasi peran katalitik yang dimainkan COVID-19 dalam mengguncang praktik kerja standar," katanya.

Perusahaan berharap untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan staf dengan memberikan lebih banyak fleksibilitas dan akan beralih ke perangkat lunak manajemen proyek baru untuk memudahkan transisi.

Selanjutnya
Halaman
1 2