Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran Bahas Kapan Akan Balas Dendam

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 13:56 WIB
In this picture released by the official website of the office of the Iranian supreme leader, Mohsen Fakhrizadeh sits in a meeting with Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei in Tehran, Iran, Jan. 23, 2019. Fakhrizadeh, an Iranian scientist that Israel alleged led the Islamic Republics military nuclear program until its disbanding in the early 2000s was killed in a targeted attack that saw gunmen use explosives and machine gun fire Friday Nov. 27, 2020, state television said. Two others are unidentified. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Mohsen Fakhrizadeh (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Teheran -

Perdebatan tengah berlangsung di Iran soal bagaimana dan kapan respons atas pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka akan dilakukan. Jenazah sang ilmuwan telah diberi penghormatan terakhir sebelum dimakamkan.

Seperti dilansir AFP, Senin (30/11/2020), ilmuwan nuklir Iran yang bernama Mohsen Fakhrizadeh tewas akibat luka-luka yang dideritanya saat terjadi baku tembak antara pengawalnya dengan sekelompok pria bersenjata di Teheran, pekan lalu.

Dua hari kemudian, parlemen Iran meminta pemeriksa internasional untuk situs nuklir Iran untuk menghentikan pemeriksaan. Pejabat top Iran mengisyaratkan bahwa Iran harus meninggalkan kesepakatan non-proliferasi global.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran biasanya menangani keputusan terkait program nuklir Iran dan rancangan undang-undang dari parlemen harus disetujui oleh Dewan Wali Iran. Presiden Hassan Rouhani telah menekankan bahwa Iran akan membalas dendam pada 'waktu yang tepat' dan tidak akan terburu-buru ke dalam 'perangkap'.

Kepala Dewan Kemanfaatan Iran -- badan penasihat dan arbitrase, Mohsen Rezai, menyatakan 'tidak ada alasan mengapa (Iran) tidak seharusnya mempertimbangkan kembali Kesepakatan Proliferasi Nuklir'. Rezai menyatakan Iran juga harus menghentikan penerapan protokol tambahan -- dokumen yang mengatur inspeksi fasilitas nuklir Iran.

Dilaporkan kantor berita ISNA, Rezai menyerukan agar badan atom Iran mengambil 'langkah minimum' seperti 'menghentikan kamera-kamera siaran online, mengurang atau menangguhkan para pemeriksa dan menerapkan pembatasan terhadap akses mereka' di situs-situs nuklir Iran.

Sementara Ketua parlemen Iran, Mohammad-Bagher Galibaf, menyerukan 'reaksi keras' yang akan 'membuat jera dan membalas dendam' terhadap pihak di balik pembunuhan Fakhrizadeh. Parlemen Iran menegaskan bahwa 'respons terbaik' terhadap pembunuhan itu adalah 'membangkitkan industri nuklir Iran yang mulia'.

Simak video 'Ilmuwan Nuklirnya Tewas, Iran Tuduh Israel Pembunuhnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2