Korut Cemaskan Biden, Para Diplomat Diminta Tak Provokasi AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 16:49 WIB
Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden speaks, Friday, Nov. 6, 2020, in Wilmington, Del., as Democratic vice presidential candidate Sen. Kamala Harris, D-Calif., listens. (AP Photo/Carolyn Kaster)
Joe Biden (dok. AP Photo/Carolyn Kaster)

Salah satu anggota parlemen Korsel yang menerima pengarahan, Kim Byung-kee, mengungkapkan bahwa laporan NIS menyebut Korut menunjukkan kecemasan karena hubungan dekatnya dengan Trump menjadi 'tidak berguna' dan kini harus memulai dari awal dalam berurusan dengan pemerintahan Biden yang akan datang.

Laporan NIS, menurut Kim Byung-kee, juga menyebut adanya pembicaraan di Korut soal kemungkinan kembalinya AS pada kebijakan kesabaran strategis yang diberlakukan selama pemerintahan Presiden Barack Obama. Dibahas juga soal harapan pertemuan terbaru antara Korut dan AS di tengah prediksi pendekatan sistemis oleh pemerintahan Biden terhadap Korut nantinya.

Para pengamat memperdebatkan apakah Korut akan segera melanjutkan uji coba rudal besar-besaran untuk mencoba menarik perhatian Biden. Dalam perubahan pemerintahan sebelumnya di AS, Korut sering melakukan peluncuran senjata besar untuk meningkatkan pengaruhnya dalam perundingan masa mendatang dengan pemerintahan AS yang baru.

NIS dalam laporannya, seperti diungkapkan Kim Byung-kee, menyatakan Korut juga berencana menggelar parade militer pada masa penyelenggaraan Konvensi Partai Pekerja Korut pada awal tahun depan, untuk memamerkan kemampuan persenjataannya sebelum Biden resmi memimpin AS.

Halaman

(nvc/ita)