Belgia Adili Diplomat Iran Atas Plot Pengeboman di Paris

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 16:42 WIB
Ribuan pendukung oposisi Iran dari seluruh Eropa, banyak dari mereka yang terlibat, menghadiri pertemuan tahunan NCRI beberapa tahun yang lalu (Zakaria ABDELKAFI AFP / File)
Foto: Ribuan pendukung oposisi Iran dari seluruh Eropa, banyak dari mereka yang terlibat, menghadiri pertemuan tahunan NCRI beberapa tahun yang lalu (Zakaria ABDELKAFI AFP / File)
Brussels -

Seorang diplomat Iran diadili di Belgia pada hari Jumat (27/11/2020) atas tuduhan merencanakan untuk mengebom pertemuan oposisi di luar Paris, Prancis. Kasus ini memicu ketegangan dengan Iran.

Dilansir AFP, Jumat (27/11) pada Juni 2018, otoritas Belgia menggagalkan upaya penyelundupan bahan peledak ke Prancis untuk menyerang pertemuan salah satu gerakan oposisi Iran yang diasingkan.

Pemerintah Prancis menuduh dinas intelijen Iran berada di balik operasi itu. Tuduhan itu dibantah keras oleh Iran.

Assadollah Assadi (48), seorang diplomat Iran yang sebelumnya berbasis di Wina, Austria, menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Dewan Perlawanan Nasional di Iran (NCRI), yang mencakup People's Mojahedin of Iran atau (MEK), mengadakan pertemuan umum di Villepinte di luar Paris pada 30 Juni 2018.

Beberapa tokoh internasional terkenal - termasuk mantan pejabat AS dan Inggris dan mantan senator Franco-Kolombia Ingrid Betancourt - dan pemimpin NCRI Maryam Rajavi juga hadir.

Pada pagi yang sama, polisi Belgia mencegat pasangan Belgia-Iran yang mengemudi dari Antwerp dan membawa setengah kilo bahan peledak TATP dan detonator.

Selanjutnya
Halaman
1 2