Kim Jong-Un Perintahkan Eksekusi Mati 2 Orang Saat Pandemi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 15:50 WIB
FILE - In this Nov. 15, 2020, file photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un attends a meeting of the ruling Workers Party Politburo in Pyongyang, North Korea. Kim ordered at least two people executed, banned fishing at sea and locked down capital Pyongyang as part of frantic efforts to guard against the coronavirus and its economic damage, South Korea’s spy agency told lawmakers Friday, Nov. 27, 2020.(Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Kim Jong-Un (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Pyongyang -

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, dilaporkan marah dan mengambil langkah tidak rasional akibat pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela secara global dan dampaknya terhadap perekonomian Korut. Dua orang yang dianggap memperburuk situasi ekonomi Korut di tengah pandemi, telah dieksekusi mati.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (27/11/2020), informasi soal situasi terkini di Korut itu diungkap oleh salah satu anggota parlemen Korea Selatan (Korsel) yang mendapatkan pengarahan dan penjelasan terbaru dari Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS), dalam sesi tertutup di parlemen pekan ini.

Anggota parlemen Korsel bernama Ha Tae-keung itu menuturkan bahwa NIS menyebut Kim Jong-Un menunjukkan 'kemarahan yang berlebihan' dan mengambil 'tindakan irasional' terkait pandemi Corona dan dampak ekonominya pada Korut.

Menurut laporan NIS seperti dikutip Ha, Korut telah mengeksekusi mati seorang pengusaha money changer cukup terkenal di Pyongyang, bulan lalu, setelah si pengusaha dinyatakan bertanggung jawab atas penurunan nilai tukar mata uang.

Secara terpisah, kelompok pemantau Korut di Seoul menyebutkan bahwa nilai tukar Won Korut terhadap Dolar AS baru-baru ini turun secara signifikan karena orang-orang menemukan sedikit tempat untuk menggunakan mata uang asing setelah sebagian besar penyelundupan dihentikan karena penutupan perbatasan China akibat pandemi.

Masih menurut Ha, laporan NIS juga menyebut Korut telah mengeksekusi mati seorang pejabat penting pada Agustus lalu. Pejabat itu dianggap melanggar peraturan pemerintah Korut yang membatasi barang-barang yang dibawa dari luar negeri. Identitas kedua orang yang dieksekusi mati itu tidak disebut lebih lanjut.

Sejauh ini, Korut masih bersikeras menyatakan belum mendeteksi satu pun kasus Corona di wilayahnya -- klaim yang diperdebatkan oleh para pakar luar negeri. Namun diketahui juga bahwa Korut mengerahkan upaya besar-besaran untuk mencegah penyebaran Corona.

Simak juga video 'Nyaris Sebulan Menghilang, Kim Jong-un Minta Perketat Cegah Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2