4 Siswa Didakwa dalam Kasus Pemenggalan Guru di Prancis

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 18:24 WIB
A demonstrator displays on his back a portrait of slain teacher Samuel Paty during a demonstration Sunday Oct. 18, 2020 in Paris. Demonstrations around France have been called in support of freedom of speech and to pay tribute to a French history teacher who was beheaded near Paris after discussing caricatures of Islams Prophet Muhammad with his class. Samuel Paty was beheaded on Friday by a 18-year-old Moscow-born Chechen refugee who was shot dead by police. (AP Photo/Michel Euler)
Foto: Samuel Paty yang dipenggal karena menunjukkan kartun Nabi (AP Photo/Michel Euler)

Yang keempat adalah putri dari Brahim Chnina, yang meluncurkan kampanye daring yang ganas untuk melawan Paty. Dia mengecam penggunaan kartun oleh guru yang diterbitkan oleh mingguan satir Charlie Hebdo.

Dia telah didakwa atas "pengaduan fitnah" dari Paty setelah menceritakan versinya kejadian di kelas, meskipun dia sebenarnya tidak menghadiri pelajaran kewarganegaraan.

Pembunuhan Paty memicu amukan massa yang mendorong Presiden Emmanuel Macron untuk menindak ekstremisme dan kekerasan di Prancis. Prancis kerap didera gelombang serangan ekstremis sejak 2015 yang telah menewaskan lebih dari 250 orang.

Halaman

(rdp/ita)