Israel Bebaskan Tahanan Palestina yang Mogok Makan 103 Hari

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 17:42 WIB
Ilustrasi Penjara
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Otoritas Israel membebaskan seorang warga Palestina yang telah melakukan mogok makan selama 103 hari untuk memprotes aturan Israel yang mengizinkan penahanannya tanpa dakwaan. Demikian disampaikan kelompok hak-hak asasi tahanan Palestina, Palestinian Prisoner's Club hari Kamis (26/11) ini.

Maher al-Akhras, yang ditangkap karena diduga menjadi anggota kelompok milisi, dipindahkan dari rumah sakit Tel Aviv ke Rumah Sakit Universitas Al-Najah Nablus di Tepi Barat, kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Keputusan untuk melepaskannya kembali ke rumahnya akan mengikuti "penilaian medis atas kondisinya", ujar direktur medis rumah sakit Al-Najah Abdul-Karim Al-Barqawi seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/11/2020).

Akhras ditangkap di dekat Nablus pada Juli silam dan dimasukkan ke dalam penahanan administratif, sebuah kebijakan yang digunakan Israel untuk menahan tersangka militan tanpa dakwaan.

Pria berumur 49 tahun itu diduga terkait dengan kelompok bersenjata Palestina, Jihad Islam, yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Ayah enam anak itu melakukan mogok makan untuk memprotes perintah penahanan empat bulan, yang akan berakhir pada 26 November.

Akhras, yang telah ditangkap oleh Israel beberapa kali sebelumnya, mengakhiri aksi mogok makannya setelah otoritas Israel berkomitmen untuk tidak memperpanjang penahanannya melebihi tanggal tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2