Ada Kasus Corona Baru, Ratusan Penerbangan di Bandara Shanghai Dibatalkan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 18:48 WIB
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi (iStock)
Shanghai -

Ratusan penerbangan di Bandara Internasional Pudong di Shanghai, China, dibatalkan setelah terdeteksi sejumlah kasus virus Corona (COVID-19) di kalangan pegawai bandara. Otoritas Shanghai kini tengah berupaya mengendalikan kemunculan wabah baru Corona di wilayahnya ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (24/11/2020), otoritas kesehatan Shanghai telah melakukan tes Corona massal terhadap puluhan ribu staf Bandara Pudong sejak kemunculan wabah baru yang melibatkan para petugas penanganan kargo di salah satu bandara tersibuk di China tersebut.

China yang menjadi lokasi awal terdeteksinya virus Corona pada akhir tahun lalu, telah berhasil mengendalikan penyebaran virus mematikan ini dengan menerapkan lockdown dan pembatasan perjalanan. Namun kini negara ini berjuang mengatasi kemunculan wabah-wabah lokal di sejumlah wilayah.

Sepanjang bulan ini, kota Shanghai telah mendeteksi sedikitnya tujuh kasus Corona terkait Bandara Pudong. Ketujuh kasus tersebut merupakan penularan lokal atau penularan yang terjadi di tengah masyarakat. Satu kasus baru terdeteksi pada Selasa (24/11) waktu setempat.

Perusahaan layanan data, VariFlight, menunjukkan bahwa lebih dari 500 penerbangan dari Bandara Pudong dibatalkan pada Selasa (24/11) waktu setempat. Angka ini mencapai nyaris separuh dari total penerbangan yang dijadwalkan selama sehari. Nyaris separuh dari penerbangan yang masuk ke Bandara Pudong juga dibatalkan.

Kantor berita Xinhua News Agency melaporkan bahwa lebih dari 17.700 pegawai bandara tersebut telah menjalani tes swab hingga Senin (23/11) pagi waktu setempat. Tes massal ini dilakukan setelah sejumlah petugas kargo bandara setempat dinyatakan positif Corona.

Selain di Shanghai, nyaris separuh dari total jadwal penerbangan di Bandara International Tianjin juga dibatalkan. Kota pelabuhan Tianjin diketahui juga baru mendeteksi klaster Corona penularan lokal dan tengah menggelar tes massal terhadap 2,6 juta penduduknya.

Selanjutnya
Halaman
1 2