Filipina Targetkan Vaksinasi Corona untuk 60 Juta Warga Tahun Depan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 18:25 WIB
Women wear masks as a precautionary measure against the spread of COVID-19 coronavirus in Manila on March 13, 2020 (Photo by Maria TAN / AFP)
Warga Filipina memakai masker saat beraktivitas di luar di tengah pandemi Corona (dok. Maria TAN/AFP)
Manila -

Otoritas Filipina menargetkan 60 juta warganya akan divaksin virus Corona (COVID-19) tahun depan. Program vaksinasi massal di Filipina ini memakan biaya lebih dari 73 miliar Peso atau setara Rp 21,5 triliun dengan tujuan mengembangkan kekebalan cukup besar di tengah masyarakat.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (24/11/2020), Carlito Galvez Jr yang mengawasi upaya pemerintah Filipina untuk mengamankan vaksin Corona, menyatakan perundingan tengah berlangsung dengan empat perusahaan farmasi negara Barat dan China untuk mengamankan vaksin pada awal tahun depan.

Terdapat Pfizer Inc dari Amerika Serikat (AS) dan Sinovac Biotech Ltd dari China dalam daftar perusahaan farmasi asing tersebut. Satu perusahaan farmasi lainnya merupakan AstraZeneca dari Inggris, yang menurut Galvez, berkomitmen untuk menyuplai 20 juta vaksin Corona.

"Kita akan menargetkan komunitas yang paling rentan dan termiskin di area-area yang terdampak," tutur Galvez, merujuk pada kelompok yang akan diprioritaskan dalam program vaksinasi.

Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya menyatakan dirinya ingin polisi dan personel militer diprioritaskan untuk divaksin karena mereka melakukan banyak pengorbanan, termasuk dalam upaya tanggap bencana. "Saya membutuhkan militer dan polisi yang sehat karena jika mereka semua sakit, tidak ada yang dapat saya andalkan," ucapnya.

Menteri Kesehatan Filipina, Francisco Duque III, menyatakan bahwa negara perlu memvaksinasi 60 persen hingga 70 persen dari lebih 100 juta warga Filipina untuk mencapai 'kekebalan kelompok'.

Sejauh ini, Filipina mencatat lebih dari 420 ribu kasus Corona di wilayahnya, dengan 8.173 kematian.

(nvc/ita)