Diprotes, Menteri Pakistan Hapus Cuitan yang Samakan Macron dengan Nazi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 14:43 WIB
Para pemuka Muslim Prancis diberi ultimatum dua minggu untuk menerima piagam nilai-nilai republik
Emmanuel Macron (dok. BBC)
Islamabad -

Seorang menteri Pakistan menghapus komentarnya via Twitter yang menyamakan perlakuan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terhadap Muslim seperti perlakuan Nazi terhadap warga Yahudi pada era Perang Dunia II silam. Komentar itu dihapus setelah otoritas Prancis menyebutnya 'tidak bisa diterima'.

Seperti dilansir Reuters, Senin (23/11/2020), cuitan Menteri HAM Pakistan, Shireen Mazari, dihapus dari Twitter pada Minggu (22/11) waktu setempat, setelah Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, menuntut otoritas Pakistan untuk mencabut komentar tersebut.

Mazari diketahui memposting komentar kontroversial itu setelah terjadi bentrokan antara Pakistan dan Prancis terkait publikasi karikatur Nabi Muhammad oleh sebuah majalah satire Prancis. Karikatur itu memicu kemarahan dan aksi protes secara luas di negara mayoritas Muslim lainnya.

"Macron melakukan kepada Muslim, apa yang dilakukan Nazi terhadap orang Yahudi -- anak-anak Muslim akan mendapat nomor ID (anak-anak lain tidak) sama seperti orang Yahudi dipaksa memakai bintang kuning di pakaian mereka untuk identifikasi," tulis Mazari dalam cuitannya, sembari menyertakan tautan sebuah artikel berita online.

Artikel berita online itu sendiri telah direvisi pada Minggu (22/11) waktu setempat untuk menjelaskan fakta bahwa gagasan itu, jika diterapkan, maka akan diterapkan terhadap semua anak di Prancis dan bukan hanya anak-anak Muslim.

Dalam cuitan lanjutan pada Minggu (22/11) waktu setempat, Mazari awalnya mempertegas klaimnya usai Kementerian Luar Negeri Prancis menyampaikan kecaman terhadap cuitannya pada Sabtu (21/11) tengah malam.

Namun kemudian Mazari mengumumkan bahwa menyatakan dirinya mencabut cuitan yang menyamakan Macron dengan Nazi. "Artikel yang saya kutip telah dikoreksi oleh publikasi yang relevan, saya juga menghapus tweet saya untuk hal yang sama," sebutnya.

Mazari menuturkan dirinya telah diberitahu soal koreksi pada artikel yang dikutipnya oleh Duta Besar Prancis untuk Pakistan.

Selanjutnya
Halaman
1 2