PM Kanada: Kasus Corona Melonjak, Rumah Sakit Kewalahan

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 05:28 WIB
Prime Minister Justin Trudeau holds a news conference in Ottawa on Wednesday, Jan. 8, 2020. (Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
PM Kanada Justrin Trudeau (Foto: Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP)
Kanada -

Pemerintah Kanada melihat lonjakan besar dalam kasus COVID-19 yang dapat membanjiri rumah sakit, kata Perdana Menteri Justin Trudeau. Dia meminta warga Kanada untuk tinggal di rumah.

"Kasus-kasus di seluruh negeri melonjak secara masif ... kami benar-benar berisiko melihat jumlah kasus meningkat dan rumah sakit kewalahan," kata Trudeau, seperti dilansir AFP, Sabtu (21/11/2020).

Gelombang kedua ini melanda seluruh bagian wilayah di Kanada. Hal itu juga membuat beberapa provinsi untuk memberlakukan kembali pembatasan pergerakan dan bisnis.

Trudeau mengatakan tidak ada natal dalam kondisi normal tahun ini. Dia menilai itu mustahil.

"Natal yang normal adalah benar-benar mustahil," ujarnya.

Kepala petugas kesehatan masyarakat, Theresa Tam memperkirakan kasus harian baru dapat melonjak menjadi 60.000 pada akhir tahun

Dia menolak gagasan Ottawa meminta kekuatan darurat untuk memperkenalkan kembali jenis penutupan nasional yang diberlakukan provinsi awal tahun, dengan mengatakan "Saya tidak ingin membawa palu federal untuk mencoba dan melakukan sesuatu".

Tam mengatakan skenario kasus terburuk, lonjakan hingga 60.000 kasus harian, tidak akan terjadi jika orang menjadi lebih taat dengan aturan. Bahkan jika pembatasan pertemuan saat ini dipertahankan, kasus harian baru akan melonjak menjadi lebih dari 20.000 pada 31 Desember.

Hanya jika orang-orang mengurangi kontak pribadi mereka, situasi dapat tetap stabil dan bahkan kemudian, pengalaman negara-negara Eropa sangat menyarankan pembatasan lebih banyak akan dibutuhkan, katanya.

"Sama sekali jangan melampaui apa yang kita miliki sekarang (dalam kasus sehari-hari) kalau tidak kita benar-benar dalam masalah," katanya.

Diketahui, Kanada telah mencatat total 315.751 kasus dan 11.265 kematian sejauh ini.

(eva/eva)