Turki Laporkan 141 Kematian Akibat Corona, Tertinggi Sejak Maret

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 02:29 WIB
People, most wearing protective face masks to help protect against the spread of coronavirus, walk along Galata Bridge over the Golden Horn in Istanbul, Tuesday, Nov. 10, 2020. Turkeys government had urged the citys residents to limit their mobility and called on employers to offer workers flexible or staggered working hours and the possibility of working from homes. (AP Photo/Emrah Gurel)
Masih ada warga Turki yang tidak memakai masker saat bepergian keluar rumah di tengah pandemi Corona (Foto: AP Photo/Emrah Gurel)
Turki -

Turki pada hari Jumat melaporkan 141 kematian baru akibat virus Corona. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak bulan Maret.

Dilansir dari AFP, Sabtu (21/21/2020), rekor sebelumnya terjadi pada Kamis (19/11) sebanyak 127 kematian. Turki melaporkan 5.103 pasien baru pada hari Jumat, sehingga jumlah total menjadi lebih dari 435.000.

Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Selasa mengumumkan serangkaian pembatasan baru, termasuk perintah bagi orang-orang untuk pulang pada pukul 20:00 pada hari Sabtu dan Minggu sampai jumlahnya mereda.

Erdogan juga mengalihkan sekolah ke pembelajaran jarak jauh dan mewajibkan restoran untuk menyediakan layanan antar-jemput dan pengiriman saja. Orang tua dan anak-anak diperbolehkan keluar pada waktu-waktu tertentu, lalu toko hingga mal harus tutup pada pukul 20:00 juga.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan pujian atas tanggapan Turki terhadap krisis kesehatan.

Turki telah mewajibkan orang untuk memakai masker di jalan-jalan di kota-kota besar sejak Juli dan menerapkan aturan tersebut secara nasional pada bulan September.

Tetapi WHO telah mengecam para pejabat karena tidak jelas tentang perhitungan infeksi baru. Turki sekarang menerbitkan jumlah kasus baru virus korona, tetapi tidak pernah sepenuhnya menjelaskan mengapa dan di mana saja penambahan terjadi.

(eva/eva)