Gugatan Pilpres di Pennsylvania, Hakim Diminta Nyatakan Trump Menang

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 12:17 WIB
President Donald Trump speaks at a campaign rally in Pensacola, Fla., Friday, Oct. 23, 2020. (AP Photo/Gerald Herbert)
Donald Trump (dok. AP Photo/Gerald Herbert)
Pennsylvania -

Gugatan hukum terkait pilpres Amerika Serikat (AS) yang diajukan tim kampanye Presiden Donald Trump di negara bagian Pennsylvania masih berproses. Kubu Trump meminta hakim federal yang memimpin jalannya sidang gugatan untuk menetapkan Trump sebagai pemenang di negara bagian tersebut.

Padahal menurut penghitungan suara secara sah yang dilakukan otoritas pemilu Pennsylvania, Joe Biden diproyeksikan sebagai pemenang pilpres di negara bagian tersebut. Otoritas negara bagian Pennsylvania memiliki batas waktu hingga 23 November untuk mengesahkan hasil pilpres di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (19/11/2020), dalam dokumen gugatannya, tim kampanye Trump meminta hakim distrik AS, Matthew Brann, yang mengadili kasus ini untuk menerbitkan perintah yang menyatakan hasil pilpres di Pennsylvania cacat dan meminta badan legislatif Pennsylvania -- yang dikuasai Partai Republik -- untuk memilih elector yang akan memilih Presiden AS dalam voting Electoral College pada 14 Desember mendatang.

"Menetapkan hasil pemilihan presiden tahun 2020 cacat dan memberikan Majelis Umum Pennsylvania untuk memilih elector di negara bagian Pennsylvania," demikian permohonan tim kampanye Trump.

Diketahui bahwa elector merupakan individu yang memiliki kewenangan untuk memilih presiden dalam voting Electoral College yang digelar di setiap negara bagian. Para elector biasanya ditunjuk oleh masing-masing capres atau partai politik yang diwakilinya, namun bisa juga ditunjuk oleh pemerintah negara bagian.

Biasanya orang yang menduduki posisi elector adalah pemimpin partai atau orang yang memiliki kedekatan dengan kandidat, atau mereka yang ditunjuk oleh pemerintah negara bagian.

Permintaan tim kampanye Trump agar elector dipilih oleh Majelis Umum Pennsylvania itu merupakan amandemen dari gugatan yang diajukan 9 November lalu. Diketahui bahwa tujuan utama gugatan kubu Trump di Pennsylvania adalah mencegah pengesahan hasil pilpres yang dimenangkan Biden di negara bagian ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2