China Deteksi Corona pada Daging Beku Selandia Baru, PM Ardern Meragukan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 14:37 WIB
New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern announces a new date for national elections, during a news conference in Wellington, New Zealand, Monday, Aug. 17, 2020. The election had been scheduled for Sept. 19 but will now be held on Oct. 17, after a COVID-19 outbreak in Auckland. (Mark Mitchell/New Zealand Herald via AP)
Jacinda Ardern (dok. Mark Mitchell/New Zealand Herald via AP)

Lebih lanjut, Ardern menyatakan otoritas Selandia Baru akan meminta informasi lebih lanjut dari China, yang merupakan pembeli daging sapi terbesar di dunia. Sejauh ini belum ada klarifikasi resmi dari China.

Dalam pernyataan pada Minggu (15/11) waktu setempat, otoritas Jinan -- ibu kota Provinsi Shandong -- menyatakan bahwa produk-produk yang terlibat diimpor oleh unit dari Guotai International Group dan Shanghai Zhongli Development Trade. Produk-produk itu masuk ke China melalui sejumlah pelabuhan di Shanghai.

Nama-nama perusahaan yang mengirimkan produk-produk itu ke China tidak disebut lebih lanjut. Hanya disebutkan otoritas Jinan bahwa lebih dari 7.500 orang yang mungkin terpapar produk yang positif Corona itu telah dites dan hasilnya menyatakan negatif Corona.

Otoritas China diketahui telah meningkatkan pemeriksaan pada produk makanan beku setelah mendeteksi virus Corona pada produk-produk impor di wilayahnya, yang memicu larangan impor. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menegaskan bahwa risiko penularan Corona dari produk makanan beku sangatlah rendah.

Halaman

(nvc/ita)