Kim Jong-Un Perintahkan Langkah Anti-Virus Corona Diperketat

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 12:06 WIB
In this undated photo provided on Wednesday, Oct. 14, 2020, by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un, second from left, visits the typhoon-ravaged rural town of Komdok, North Korea, to inspect recovery works. Kims inspection was his first public activity after weekend celebrations marking his ruling party’s founding anniversary. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:
Kim Jong-Un (dok. Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Pyongyang -

Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, memerintahkan agar sistem anti-virus Corona (COVID-19) di negaranya diperketat dalam menghadapi pandemi global. Hal ini disampaikan saat pandemi Corona yang merajalela di berbagai negara turut memberikan tekanan tambahan terhadap perekonomian Korut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (16/11/2020), perintah itu disampaikan Kim Jong-Un saat memimpin rapat politburo Partai Buruh Korea yang berkuasa di Korut. Rapat yang digelar pada Senin (16/11) waktu setempat ini menjadi kemunculan pertama Kim Jong-Un di depan publik dalam 25 hari terakhir.

Rapat tersebut digelar di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik yang diselimuti pandemi global yang memberikan tekanan tambahan terhadap perekonomian Korut, yang sudah terpukul oleh sanksi-sanksi internasional yang dimaksudkan menghentikan program nuklirnya.

Laporan kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut Kim Jong-Un menekankan perlunya menjaga kewaspadaan tinggi dan mengintensifkan upaya-upaya anti-epidemi.

Dilaporkan juga oleh KCNA bahwa rapat itu membahas 'kejahatan serius' yang tidak disebutkan lebih lanjut, yang dilakukan oleh sejumlah pejabat partai di Universitas Kedokteran Pyongyang.

Menurut KCNA, sejumlah pejabat lainnya pada Komisi Pusat dan lembaga pemerintahan lainnya 'melindungi, menutupi dan mendorong kejahatan' dengan gagal memperketat pengawasan terhadap universitas tersebut. Tidak disebutkan lebih lanjut oleh KCNA soal apakah tindak kejahatan itu berkait dengan virus Corona.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa Korut telah melakukan tes Corona terhadap lebih dari 12 ribu orang dan melaporkan nol kasus di wilayahnya, paling tidak hingga awal November.

Sementara itu, masih menurut WHO, total 6.173 orang -- delapan orang di antaranya warga asing -- terdeteksi sebagai kasus suspek Corona dan 174 orang dikarantina hingga akhir Oktober lalu.

Secara global, lebih dari 54 juta orang terinfeksi virus Corona di berbagai negara, dengan sedikitnya 1.312.334 orang di antaranya meninggal dunia.

(nvc/ita)