Singapura Tangkap 21 Anggota Sekte Rahasia Korea Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 18:20 WIB
In this Thursday, Feb. 20, 2020, photo, workers wearing protective gears spray disinfectant against the new coronavirus in front of the Shincheonji church in Daegu, South Korea. South Korea on Friday, Feb. 21, declared a
Cabang sekte Shincheonji di Daegu pernah menjadi pusat penularan Corona terbesar di Korsel (Kim Jun-beom/Yonhap via AP)
Singapura -

Otoritas Singapura menangkap 21 orang yang diyakini terkait dengan sekte rahasia asal Korea Selatan (Korsel). Sekte tersebut pernah menjadi klaster ribuan kasus virus Corona (COVID-19) di Korsel beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (12/11/2020), otoritas Singapura menangkap 12 wanita dan 9 pria yang diduga terkait sekte rahasia Gereja Shincheonji Yesus (SCJ) yang terdaftar di Korsel.

"Diduga menjadi anggota kelompok yang melanggar hukum," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Singapura terkait alasan penahanan 21 orang tersebut.

Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan bahwa 21 orang itu telah berpartisipasi dalam 'kegiatan yang berhubungan dengan cabang lokal Gereja Shincheonji Yesus yang tidak terdaftar'.

Tidak disebutkan lebih lanjut asal kewarganegaraan 21 orang yang ditangkap. Namun ditegaskan bahwa sekte gereja tersebut telah diperintahkan untuk menghentikan operasional sejak Februari lalu. Otoritas Singapura bahkan telah mendeportasi lima warga Korsel yang merupakan anggota sekte tersebut.

"Terlepas dari tindakan yang diambil, cabang lokal SCJ telah melanjutkan aktivitasnya secara diam-diam, di bawah arahan dari pusatnya di Korea Selatan," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Ditegaskan juga bahwa pemerintah Singapura 'tidak akan mengizinkan para anggota kelompok yang melanggar hukum atau orang-orang yang terkait dengan mereka untuk mengancam keamanan publik, perdamaian dan ketertiban Singapura'.

Jika terbukti bersalah atas dakwaan yang dituduhkan, maka 21 orang tersebut terancam hukuman maksimum 3 tahun penjara dan hukuman denda.

Selanjutnya
Halaman
1 2